Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Tim SAR Kerahkan Multi Beam Sonar dan ROV untuk Deteksi KM Putri Sakinah

Palce Amalo
05/1/2026 17:43
Tim SAR Kerahkan Multi Beam Sonar dan ROV untuk Deteksi KM Putri Sakinah
Proses pencarian KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo dengan menggunakan ROV Milik Polair Polda NTT.(Dok. Polda NTT)

TIM SAR Gabungan pada operasi pencarian hari ke-11, Senin (5/1), kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah memfokuskan upaya pencarian dengan mengerahkan teknologi Multi Beam Sonar milik Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Distrik Navigasi Kupang. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi keberadaan kapal serta korban yang masih hilang di Labuan Bajo, tepatnya di Perairan Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

KM Putri Sakinah tenggelam pada 26 Desember 2025. Hingga saat ini, dua warga negara asing (WNA) asal Spanyol masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan. WNA yang mengalami kecelakaan merupakan satu keluarga, pelatih Valencia B Putri, Fernando Martin Carreras, istri dan empat orang anaknya, serta para kru kapal. Hingga saat ini, telah dipastikan dua orang yakni Fernando Martin Carreras dan seorang anaknya meninggal dunia, sementara dua anaknya masih dalam pencarian.

Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan bahwa penggunaan Multi Beam Sonar menjadi bagian penting dalam pencarian bawah laut yang semakin diintensifkan.v

“Dalam pencarian hari ke-11, Tim SAR Gabungan mengerahkan Multi Beam Sonar dari ITB Bandung serta Multi Beam Sonar milik Distrik Navigasi Kupang untuk mendeteksi keberadaan KM Putri Sakinah di sekitar lokasi kejadian,” ujar Fathur Rahman.

Selain itu, unsur Ditpolair Polda NTT turut menurunkan Remotely Operated Vehicle (ROV) dan sonar guna memperkuat pencarian di bawah permukaan laut. Sejak pukul 06.30 Wita, sebanyak 153 personel dari berbagai unsur gabungan telah dikerahkan ke lokasi pencarian, dengan dukungan 17 alut utama untuk menyisir perairan dan pulau-pulau di sekitar Labuan Bajo.

Ditemukan Serpihan Pintu Kamar Mandi

Dalam operasi pencarian hari ini, Tim SAR Gabungan juga menemukan serpihan pintu kamar mandi yang diduga berasal dari KM Putri Sakinah.

“Sekitar pukul 11.18 Wita, Tim SAR Gabungan dari Sea Rider KSOP Labuan Bajo menemukan serpihan pintu kamar mandi pada koordinat 08°37'44,138" LS – 119°36'39,385" BT, atau sekitar 0,12 nautical mile dari lokasi kejadian,” jelas Fathur Rahman.

Berdasarkan perkembangan pencarian tersebut, Tim SAR Gabungan memutuskan untuk memperpanjang operasi SAR terhadap dua WNA Spanyol selama tiga hari, terhitung mulai 5 hingga 7 Januari 2026.

“Perpanjangan operasi SAR dilakukan karena adanya penemuan korban kedua pada 4 Januari 2026,” tandas Fathur Rahman. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya