Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Linda mengaku Tak Mengenal Dekat Vina
SOSOK Linda yang Viral di media sosial (medsos) akhirnya angkat bicara setelah menjalani pemeriksaan selama 5 jam dengan Penyidik Ditreskrimum Khusus Polda Jawa Barat, Di Mapolres Cirebon Kota, Senin (27/5) dini hari.
Baca juga : Polisi Diminta Optimalkan Teknologi untuk Ungkap Kasus Vina Cirebon
Linda mengaku tidak mengenal dekat Vina. Ia mengenal Eky dari pacarnya, tahun 2016, merupakan anggota genk motor.
Didampingi Tim Kuasa Hukum Hotman Paris, Linda mengaku tidak mengenal dekat Vina.
"Hubungannya tidak sedekat seperti yang di film. Cuma teman satu tongkrongan, tidak ada curhat-curhatanan," ujar Linda yang didampingi tim kuasa hukumnya.
Baca juga : Digital Activism dalam Kasus Vina Cirebon
"Saya berharap semoga kasusanya cepat terungkap, selesai, banyak yang jadi sasaran bully netizen juga, termasuk saya," imbuh Linda.
Linda mengaku bukanlah sosok yang ada di foto di dunia Maya . Di mana terdapat tato di lengan kirinya bertuliskan nama Linda.
Linda mengaku hanya mengetahui kejadian pembunuhan Vina, karena sering mengalami hal gaib. Yakni kerasukan karena Linda yang dari kecil memiliki kelainan dengan orang biasa.
Baca juga : Penyidik yang Tangani Kasus Pembunuhan Vina Cirebon di 2016 Harus Diaudit
Tak hanya tak mengenal Vina dan Eky secara dekat, Linda mengaku tak mengenal Pegi Setiawan dan delapan Terdakwa lainnya yang sedang menjalani hukuman.
Pada saat peristiwa, kata Linda, dirinya sedang berada di rumah.
Diketahui, pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Vina terjadi Agustus 2016. Remaja Cirebon itu dibunuh bersama kekasihnya, Muhammad Rizky.
Total ada 11 pelaku yang terlibat dalam peristiwa tragis tersebut. Namun, baru delapan tersangka yang ditangkap dan diproses hukum hingga dipidana. Tiga tersangka lainnya, masih buron sampai saat ini.
Kasus ini kembali mencuat setelah film berjudul “Vina: Sebelum 7 Hari” mendapat perhatian publik disebabkan kasus tersebut masih menyisakan tiga tersangka yang belum tertangkap. (Z-3)
Data Digital 2025 Global Overview Report mencatat bahwa masyarakat Indonesia usia 16 tahun ke atas menghabiskan rata-rata 7 jam 22 menit per hari di internet.
Fenomena oversharing, kebiasaan membagikan informasi pribadi secara berlebihan di media sosial, menjadi tantangan tersendiri bagi banyak pengguna.
Saat seseorang berada dalam puncak emosi, baik itu rasa senang yang meluap, kesedihan mendalam, hingga kemarahan yang memuncak, mereka cenderung menjadi lebih impulsif.
Stres menjadi WNI adalah fenomena yang dapat dialami oleh seseorang karena berbagai faktor, tidak semua orang juga mengalaminya.
Tanpa kematangan psikologis yang cukup, anak-anak berisiko tinggi terpapar konten yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka.
OJK denda influencer saham Rp5,35 miliar atas manipulasi harga lewat media sosial. Tiga pihak lain disanksi dalam kasus IMPC.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Sarah Nuraini Siregar dari BRIN menyoroti penggunaan istilah "oknum" untuk anggota polisi, menegaskan tindakan individu mencerminkan institusi.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
Transparansi digital melalui media sosial membuat kasus-kasus tersebut kini lebih mudah terungkap ke permukaan.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Rano Alfath, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan yang menewaskan AT (14).
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved