Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA beras medium di pasar-pasar tradisional dan tingkat pengecer mengalami kenaikan hampir sepekan terakhir. Jika di pasar tradisional harga yang tadinya Rp10.500 per liter naik ke Rp13.000 per liter. Sementara di tingkat pengecer dari Rp11.000 naik menjadi Rp15.000 per liter.
Pada Kamis (15/2), Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel, Aryanto, dan Kepala Divre Bulog Sulselbar Muh Imran Rosyidi melakukan peninjauan harga-harga bahan pokok (bapok) di Pasar Terong, Makassar, Sulsel. Mereka melihat dan menanyakan harga-harga bapok seperti beras, telur, gula pasir, bawang merah, bawang putih, cabai dan ikan.
Salah satu pedagang beras dan telur di di Pasar Terong, Wali Nono, menjelaskan untuk harga telur yang eceran biasanya dijual Rp45.000 per rak kini naik ke Rp48.000. Harga beras juga naik menjadi Rp13.000 per liter. "Kita berharap harga-harga itu bisa turun lagi agar tidak memberatkan masyarakat terutama bagi pedagang eceran supaya bisa dijangkau oleh masyarakat," jelasnya.
Baca juga : Harga Beras Tinggi, Pasar di Jawa Tengah Segera Digelontor Beras
Mendengar hal itu, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar meminta semua pedagang bapok di pasar bisa berkoordinasi dengan Perum Bolog Sulsel, khususnya jika stok beras menipis. "Kalau habis langsung diminta lagi. Kalau dua hari habis, dua hari langsung diberikan lagi. Kalau Bulog tidak berikan, lapor ke saya," tukasnya.
Wali Kota Makassar yang akrab disapa Danny Pomanto itu mengakui memang terjadi kenaikan harga beras, tetapi masih bisa diatasi. Dalihnya, stok beras dari Bulog untuk wilayah Sulsel termasuk Kota Makassar relatif aman hingga Juli 2024.
"Karena beras ini dikendalikan negara jadi tidak terlalu sulit untuk ditangani. Apalagi stok beras kita sampai Juli laporan Bulog itu cukup. Ini berarti sisa penyalurannya," tambah Danny.
Baca juga : Pasar Murah di Sulsel, Sekejap 3.600 Liter Migor Terjual
Menurutnya, faktor kenaikan harga beras di pasaran karena momentum libur panjang dan pesta demokrasi Pemilu 2024 sehingga distribusi sedikit terganggu. Karenanya, langkah ke depan yang harus dilakukan ialah menjaga stok dan distribusi beras agar bisa tersalurkan dengan baik di pasaran.
Terkait stok beras bulog di Sulsel, Kepala Divre Bulog Sulselbar Irfan Rosidi membenarkan bahwa stok masih aman hingga enam bulan ke depan. "Terkait kenaikan harga beras di pasar, itu karena produksi yang menurun, lantaran waktu tanam mundur, akibat pengaruh El Nino kemarin," serunya.
Meski ada kenaikan harga, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel Aryanto memastikan inflasi dan harga bahan pokok di pasaran terkendali dengan baik. "Hari ini kan Pak Gubernur memantau harga-harga untuk pengendalian inflasi. Harga terkendalilah," kilahnya.
Baca juga : Pemkot Makassar Ajak Bulog Kawal Keamanan Pangan
"Januari, harga tomat naik cukup besar. Namun untuk Februari ini kelihatan tomat tidak menjadi pengaruh. Justru sekarang ada kenaikan harga di telur, beras, gula. Ada naik sedikit. Namun mudah-mudahan naiknya tidak terlalu besar, ya naiknya cuma sedikit sekali ya," sambung Aryanto. (Z-2)
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Harga daging sapi impor beku tercatat naik hingga Rp115.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
KENAIKAN harga beras di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, yang menembus hampir Rp1 juta per karung memicu respons cepat pemerintah.
Asupan gula berlebih bukan sekadar masalah kalori, melainkan ancaman bagi metabolisme anak yang masih dalam tahap perkembangan.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Gula dapat merangsang pelepasan serotonin dan endorfin di otak, yaitu zat kimia yang membuat perasaan lebih nyaman dan bahagia.
Serangan jantung kerap dikaitkan dengan kebiasaan merokok, jarang berolahraga, atau pola makan yang buruk.
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, pemerintah memastikan pasokan gula konsumsi berada pada level aman.
Gula dapat ditemukan secara alami pada makanan seperti buah, sayur, dan susu, maupun ditambahkan ke berbagai produk olahan sebagai gula tambahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved