Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DIABETES Mellitus adalah kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang tinggi akibat gangguan pada produksi insulin oleh pankreas atau penggunaan insulin oleh tubuh.
Sayangnya, makanan junk food kekinian mengandung tinggi gula. Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik utama pada anak yang sifatnya kronis dan potensial menganggu tumbuh kembang anak.
Pada anak dikenal 2 jenis diabetes yang paling banyak di jumpai, yaitu Diabetes melitus tipe-1 dengan jumlah kadar insulin rendah akibat kerusakan sel beta pamkreas, dan Diabetes melitus tipe-2 yang disebabkan oleh resistensi insulin, walaupun kadar insuli dalam darah normal.
Faktor penyebab utama Diabetes Melitus tipe-1 adalah factor genetic dan autoimun, sedangkan pada Diabetes Melitus tipe-2 bisanya disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat dan kegemukan.
Diabetes Melitus mulai mengintai mereka yang berusia muda. Beberapa faktor risiko diabetes adalah pola hidup tidak sehat seperti kurang berolahraga, malas bergerak, tidur larut malam, kelebihan berat badan serta pola makan tidak sehat.
Makanan yang tidak sehat seperti tinggi karbohidrat gula atau tepung, kurang serat seperti sayuran dan buah. Oleh karenanya mulai dari anak dan remaja hingga lansia diajak memiliki gaya hidup sehat, gizi seimbang dan rajin olahraga.
Diketahui, Indonesia berada di urutan ke-5 sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes tertinggi didunia mendekati 20 juta jiwa. Bahkan satu dari lima orang Indonesia sudah masuk ke dalam golongan pre-diabetes. (Z-1)
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Asupan gula berlebih bukan sekadar masalah kalori, melainkan ancaman bagi metabolisme anak yang masih dalam tahap perkembangan.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Gula dapat merangsang pelepasan serotonin dan endorfin di otak, yaitu zat kimia yang membuat perasaan lebih nyaman dan bahagia.
Serangan jantung kerap dikaitkan dengan kebiasaan merokok, jarang berolahraga, atau pola makan yang buruk.
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, pemerintah memastikan pasokan gula konsumsi berada pada level aman.
Gula dapat ditemukan secara alami pada makanan seperti buah, sayur, dan susu, maupun ditambahkan ke berbagai produk olahan sebagai gula tambahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved