Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis penyakit dalam dari RSUD Kepulauan Seribu Nur Rahmah Oktariani mengatakan konsumsi gula berlebihan yang menyebabkan penyakit diabetes tidak hanya didapat dari makanan atau minuman manis tapi juga dari gula tambahan seperti makanan berbahan tepung-tepungan.
"Sebenarnya, selama ini, kita mikirnya yang namanya gula itu dari makanan manis, dari minuman manis. Tapi kita lupa ada sumber gula yang
lain, terutama dari karbohidrat yang kita konsumsi, apakah itu dari nasi, dari kentang, dari tepung-tepungan gitu, itu juga menghasilkan
gula," kata Nur dalam diskusi mengenai diabetes, dikutip Rabu (16/4).
Ia mengatakan pola hidup yang sering mengombinasikan nasi sebagai karbohidrat utama dengan sumber karbohidrat lainnya dari tepung-tepungan dapat meningkatkan risiko diabetes melitus lebih tinggi, seperti dari bakso, bihun, ditambah dengan minuman kemasan dengan kadar gula di atas 20 gram.
Jika pola hidup seperti itu terus berulang, Nur mengatakan sel beta pankreas akan kewalahan untuk menghasilkan insulinnya terus-menerus dalam jumlah besar yang menyebabkan terjadinya resistensi insulin.
Pankreas juga akan bekerja lebih berat untuk mengolah gula yang masuk ke dalam tubuh untuk diubah menjadi energi ataupun disimpan di dalam otot.
Nur mengatakan resistensi insulin akan berefek pada kerja hati dan otot, di mana otot dan hati salah satu organ yang memang bekerja maksimal untuk mengolah glukosa yang ada di dalam darah masuk ke dalam otot untuk jadi cadangan energi sehingga tidak berlebihan di dalam darah.
"Lama-lama insulinnya jadi tidak maksimal kerjanya atau sel beta pankreasnya jadi lelah untuk terus-terusan mengeluarkan insulin. Nah inilah yang akan menjadi cikal bakal penyakit diabetes melitus. Jadi salah satunya memang kita harus meminimalisasi, bukannya kita nggak boleh konsumsi gula tapi dalam jumlah terbatas," katanya.
Dia mengadopsi saran dari organisasi kesehatan dunia, dalam satu hari orang dewasa boleh mengonsumsi gula tambahan baik dari makanan atau minuman sekitar 50 gram atau 4 sendok makan.
Selain menjaga asupan gula dan karbohidrat, perlu meningkatkan asupan protein, lemak, buah dan sayur untuk sumber serat yang akan mengontrol gula darah agar lebih baik dan sumber antioksidan untuk menghilangkan racun dari makanan yang dikonsumsi.
Nur juga mengatakan untuk seseorang yang sudah terkena diabetes dapat meningkatkan pola aktivitas dengan olahraga rutin 30-45 menit setiap hari seperti aerobik, jogging, jalan cepat atau berenang. (Ant/Z-1)
Makanan manis sederhana dapat memicu fluktuasi gula darah yang tidak stabil. Dampaknya, rasa lapar akan muncul lebih cepat saat sedang menjalankan ibadah puasa di siang hari.
Tubuh membutuhkan gula dalam jumlah cukup, tetapi konsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Asupan gula berlebih bukan sekadar masalah kalori, melainkan ancaman bagi metabolisme anak yang masih dalam tahap perkembangan.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Gula dapat merangsang pelepasan serotonin dan endorfin di otak, yaitu zat kimia yang membuat perasaan lebih nyaman dan bahagia.
Serangan jantung kerap dikaitkan dengan kebiasaan merokok, jarang berolahraga, atau pola makan yang buruk.
Makanan yang mudah dicerna tidak hanya bermanfaat saat sakit, tetapi juga dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan sehari-hari.
Pemilihan nutrisi yang memiliki efek antiinflamasi dan antioksidatif menjadi kunci utama dalam menjaga keremajaan tubuh.
Kondisi tubuh yang kuat sangat diperlukan agar anak mampu menghadapi berbagai efek samping akibat kemoterapi.
Istilah "makan terakhir" biasanya merujuk pada hidangan pamungkas yang diinginkan seseorang sebelum menutup usia.
Kunci utama pemenuhan serat terletak pada keberagaman jenis pangan yang dikonsumsi.
Jaga kesehatan si kecil dengan pilihan makanan yang tepat. Simak daftar makanan ampuh untuk mengendalikan gula darah anak secara alami dan lezat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved