Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi (Pemrov) Jawa Tengah akan menjalankan operasi pasar, penggelontoran beras dari Bulog dan cadangan beras pemerintah untuk menekan harga beras dan gula yang tinggi.
Harga beras kelas bawah berkembang dari Rp11.000-Rp12.000 per kilogram, beras medium Rp13.000-Rp14.000 per kilogram, dan beras premium di atas Rp15.000 per kilogram, sedangkan gula harga Rp16.000 per kilogram atau naik dari sebelumnya Rp14.000 per kilogram. "Beras dan gula masih tinggi dan tidak ada tanda-tanda turun, meskipun ada beras Bulog Rp10.300 per kilogram," ujar Wantini, 40, pedagang sembako di Pasar Johar Semarang, Rabu (27/9).
Serupa, Suryani,45, pedagang sembako di Pasar Sayung, Demak, mengatakan beras di jual di daerah ini banyak didatangkan dari daerah lain. Pasalnya tidak ada panen sejak beberapa bulan lalu, bahkan usaha penggilingan padi banyak yang tutup. "Saya datangkan dari daerah Kabupaten Semarang, Boyolali dan Sragen dan itupun harganya sudah tinggi," imbuhnya.
Baca juga: Harga Beras Mahal, Pedagang di Pasar Gedhe Klaten Keluhan Pembeli Sepi
Pejabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mengatakan setelah ikut melakukan pemantauan harga di pasar diketahui harga beras dan gula masih tinggi. Melihat kondisi itu, berbagai upaya menekan harga dilakukan baik oleh pemerintah pusat, Pemrov Jateng maupun pemerintah daerah bersama Bulog.
Langkah-langkah ditempuh yakni dengan menggelontorkan beras di pasar, ujar Nana, diharapkan dapat menekan harga beras, selain beras medium dari Bulog yang dijual Rp10.300 per kilogram, Pemrov Jateng juga segera mengeluarkan beras cadangan yang kini masih tersimpan sebanyak 250 ribu ton.
Baca juga: Harga Beras Mahal Imbas Tingginya Harga Gabah di Tangan Petani
"Kita akan gencarkan operasi pasar khususnya beras untuk dapat menekan harga, karena dampak kenaikan beras ini inflasi juga meningkat," kata Nana.
Sebelumnya Nana Sudjana mengungkapkan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengendalikan inflasi. Langkah tersebut dengan menjaga stabilisasi harga melalui operasi pasar, pemberian bantuan sosial, penguatan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga.
Selain itu upaya lainnya, lanjut Nana, yakni penyediaan layanan angkutan umum di kawasan aglomerasi perkotaan atau Bus Trans Jateng dengan tarif terjangkau, peningkatan produktivitas dan cadangan pangan serta peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) provinsi dan kabupaten/kota. (Z-3)
Makanan manis sederhana dapat memicu fluktuasi gula darah yang tidak stabil. Dampaknya, rasa lapar akan muncul lebih cepat saat sedang menjalankan ibadah puasa di siang hari.
Tubuh membutuhkan gula dalam jumlah cukup, tetapi konsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Asupan gula berlebih bukan sekadar masalah kalori, melainkan ancaman bagi metabolisme anak yang masih dalam tahap perkembangan.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Gula dapat merangsang pelepasan serotonin dan endorfin di otak, yaitu zat kimia yang membuat perasaan lebih nyaman dan bahagia.
Serangan jantung kerap dikaitkan dengan kebiasaan merokok, jarang berolahraga, atau pola makan yang buruk.
TPID DIY dan Bupati Gunungkidul pantau harga sembako di Pasar Semin. Cabai rawit merah tembus Rp80.000. Simak skenario intervensi dan daftar harga terbaru.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Utara memerketat pengawasan harga dan menggencarkan operasi pasar menjelang Idulfitri 2026.
Komoditasnya antara lain beras premium Pamanukan, beras premium Anak Daro Rp16.350 per kg, minyak goreng MinyaKita kemasan botol Rp18.000 per liter, serta gula Rosebrand.
Dari hasil pemantauan di pasar, harga masih relatif stabil dan terjangkau
Sejumlah komoditas sempat mengalami kenaikan harga, salah satunya cabai rawit merah yang sebelumnya menembus kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Bulan ini diprediksi terdapat panen cabai merah sekitar 14.496 ton yang tersebar di Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Majalengka, dan Bandung Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved