Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
GULA adalah jenis karbohidrat sederhana yang berfungsi sebagai sumber energi utama bagi tubuh.
Dalam istilah ilmiah, gula merupakan sakarida, terutama glukosa, fruktosa, dan sukrosa, yang mudah diserap dan digunakan oleh tubuh.
Gula adalah sumber energi utama tubuh. Kekurangannya bisa menyebabkan tubuh terasa lemas, tidak bertenaga, bahkan sulit beraktivitas.
Glukosa penting untuk fungsi otak. Kekurangannya dapat menyebabkan pusing, sakit kepala, atau sensasi "melayang".
Kadar gula darah terlalu rendah bisa mengganggu saraf, dan menyebabkan tangan atau tubuh gemetar, terutama saat lapar.
Hipoglikemia bisa menyebabkan sistem saraf otonom bereaksi menimbulkan keringat dingin mendadak tanpa sebab jelas.
Otak sangat bergantung pada glukosa sebagai bahan bakar, kurangnya gula menyebabkan konsentrasi terganggu dan pikiran menjadi kabur.
Kekurangan gula bisa memengaruhi hormon dan suasana hati. Orang bisa menjadi mudah marah, cemas, atau emosional.
Saat gula darah rendah, tubuh memproduksi adrenalin:, hal ini menyebabkan detak jantung menjadi cepat atau tidak teratur.
Tubuh akan merespons kadar gula yang rendah dengan rasa lapar hebat. Ini adalah cara alami tubuh untuk mengingatkan bahwa energi menipis.
Otak dan mata memerlukan energi untuk berfungsi optimal. Gula terlalu rendah bisa membuat pandangan kabur sementara.
Hipoglikemia berat bisa berbahaya jika tidak segera ditangani. Bisa menyebabkan kehilangan kesadaran atau bahkan kejang.
Glukosa sangat penting untuk fungsi saraf dan otak. Kekurangan jangka panjang yang ekstrem bisa memicu kerusakan neurologis permanen.
Bahaya ini terutama muncul jika kamu sangat membatasi gula dan karbohidrat, atau menderita hipoglikemia karena kondisi medis tertentu seperti diabetes yang tidak terkontrol.
Bukan berarti kamu harus banyak konsumsi gula berlebih, karena kelebihan gula juga berbahaya seperti obesitas hingga diabetes. (Z-4)
Makanan manis sederhana dapat memicu fluktuasi gula darah yang tidak stabil. Dampaknya, rasa lapar akan muncul lebih cepat saat sedang menjalankan ibadah puasa di siang hari.
Tubuh membutuhkan gula dalam jumlah cukup, tetapi konsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Asupan gula berlebih bukan sekadar masalah kalori, melainkan ancaman bagi metabolisme anak yang masih dalam tahap perkembangan.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Gula dapat merangsang pelepasan serotonin dan endorfin di otak, yaitu zat kimia yang membuat perasaan lebih nyaman dan bahagia.
Serangan jantung kerap dikaitkan dengan kebiasaan merokok, jarang berolahraga, atau pola makan yang buruk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved