Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PEPOHONAN di sejumlah titik ruas jalan di Kota Sukabumi, Jawa Barat, rawan tumbang. Resiko tersebut muncul karena masih tingginya potensi terjadinya hujan yang kerap disertai angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik, mengaku pepohonan rawan tumbang masih berpotensi terjadi mengingat sampai saat ini cuaca cukup ekstrem. Seperti kejadian pohon tumbang di ruas Jalan Bhayangkara, Rabu (22/2) pagi.
"Sebuah pohon di dekat kantor Pengadilan Negeri Kota Sukabumi dilaporkan tumbang tadi pagi sekira pukul 07.50 WIB," kata Novian.
Kejadian itu menyebabkan arus lalu lintas kendaraan sempat tersendat. Pasalnya, pohon yang tumbang melintang ke badan jalan.
"Untuk penanganannya kami berkolaborasi dan sinergis dengan tim Si Galak Tajam (Tim Siap Jaga Laksanakan 24 Jam) Dinas PUTR. Pohon yang tumbang sudah bisa kami atasi. Arus lalu lintas kendaraan kembali lancar," terangnya.
Untuk mengantisipasi potensi kerawanan pohon tumbang, lanjut Novian, BPBD bersama tim Si Galak Tajam Dinas PUTR Kota Sukabumi menyusuri ruas-ruas jalan lain. Mereka memangkas pepohonan yang berpotensi rawan tumbang di sejumlah titik. "Ini sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi pohon tumbang," pungkasnya.
Di tempat terpisah, BPBD bersama aparatur pemerintah Kelurahan/Kecamatan Warudoyong memantau titik titik lokasi yang rawan banjir dan tanah longsor. Upaya itu dilakukan karena sampai saat ini curah hujan masih cukup tinggi.
"Ada tiga lokasi yang kami waspadai rawan banjir dan tanah longsor di Kelurahan Warudoyong," kata Kepala Seksi Pembangunan Kelurahan Warudoyong, Evy.
Tiga lokasi rawan bencana hidrometeorologi di Kelurahan Warudoyong berada di Kampung Pelangi RT 02/05 yang rawan longsor serta RT 02/01 dan RT 06/02 yang rawan banjir. Evy mengaku telah melakukan rapat lintas sektoral dengan tujuan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
"Berdasarkan prakiraan BMKG, di awal-awal tahun ini merupakan puncak musim hujan. Jadi kita harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan," pungkas Evy. (OL-15)
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan hari ini, 6 Maret 2026. Makassar dan sekitarnya berpotensi hujan lebat hingga 13:10 WITA.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
CUACA ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat disertai angin kencang melanda Banyumas, Jawa Tengah pada Rabu (4/3) petang.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 5–8 Maret 2026 didominasi hujan ringan hingga sedang.
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, tercatat sedikitnya 16 titik kejadian pohon tumbang dan dampak angin kencang
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan disertai kilat dan angin kencang di Jabodetabek hari ini. Cek jadwal dan wilayah terdampak di sini.
Perlu berbagai upaya melakukan langkah-langkah penting selama arus mudik maupun balik Lebaran nanti
Disnaker mengultimatum perusahaan agar mematuhi surat edaran Menteri Ketenagakerjaan tentang pemberian THR keagamaan bagi pekerja atau buruh swasta serta surat edaran
Pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung terjadi di Desa Bantargadung dan Bojonggaling. Kondisi itu bersamaan meningkatnya intensitas curah hujan sejak Rabu (4/3).
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Menurut BMKG, gempa Sukabumi itu berada di 7.62 LS dan 106.41 BT, 71 kilometer dari barat daya Kabupaten Sukabumi, atau tepatnya ada di 26 kilometer laut.
POLRES Sukabumi menangani kasus kematian anak Nizam Syafei anak yang diduga meninggal karena kekerasan dari ibu tirinya. Ibu korban minta ayahnya ikut diproses hukum akibat kelalaian
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved