Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEPOHONAN di sejumlah titik ruas jalan di Kota Sukabumi, Jawa Barat, rawan tumbang. Resiko tersebut muncul karena masih tingginya potensi terjadinya hujan yang kerap disertai angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik, mengaku pepohonan rawan tumbang masih berpotensi terjadi mengingat sampai saat ini cuaca cukup ekstrem. Seperti kejadian pohon tumbang di ruas Jalan Bhayangkara, Rabu (22/2) pagi.
"Sebuah pohon di dekat kantor Pengadilan Negeri Kota Sukabumi dilaporkan tumbang tadi pagi sekira pukul 07.50 WIB," kata Novian.
Kejadian itu menyebabkan arus lalu lintas kendaraan sempat tersendat. Pasalnya, pohon yang tumbang melintang ke badan jalan.
"Untuk penanganannya kami berkolaborasi dan sinergis dengan tim Si Galak Tajam (Tim Siap Jaga Laksanakan 24 Jam) Dinas PUTR. Pohon yang tumbang sudah bisa kami atasi. Arus lalu lintas kendaraan kembali lancar," terangnya.
Untuk mengantisipasi potensi kerawanan pohon tumbang, lanjut Novian, BPBD bersama tim Si Galak Tajam Dinas PUTR Kota Sukabumi menyusuri ruas-ruas jalan lain. Mereka memangkas pepohonan yang berpotensi rawan tumbang di sejumlah titik. "Ini sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi pohon tumbang," pungkasnya.
Di tempat terpisah, BPBD bersama aparatur pemerintah Kelurahan/Kecamatan Warudoyong memantau titik titik lokasi yang rawan banjir dan tanah longsor. Upaya itu dilakukan karena sampai saat ini curah hujan masih cukup tinggi.
"Ada tiga lokasi yang kami waspadai rawan banjir dan tanah longsor di Kelurahan Warudoyong," kata Kepala Seksi Pembangunan Kelurahan Warudoyong, Evy.
Tiga lokasi rawan bencana hidrometeorologi di Kelurahan Warudoyong berada di Kampung Pelangi RT 02/05 yang rawan longsor serta RT 02/01 dan RT 06/02 yang rawan banjir. Evy mengaku telah melakukan rapat lintas sektoral dengan tujuan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
"Berdasarkan prakiraan BMKG, di awal-awal tahun ini merupakan puncak musim hujan. Jadi kita harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan," pungkas Evy. (OL-15)
hujan dengan intensitas sedang – lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Buleleng
BENCANA angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Rabu (21/1/2026) sore. Insiden ini mengakibatkan kerusakan parah.
Berdasarkan analisis, kata dia, dinamika atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Bali selama periode prakiraan itu.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Papua Barat diperkirakan masih akan mengalami cuaca basah dengan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Status tersebut, lanjut Andi, menjadi dasar bagi seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
TANAH longsor, banjir, dan cuaca ekstrem masih mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat.
Pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Lokasi tersebut dikenal rawan pergerakan tanah
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Wilayah yang terdampak cuaca ekstrem antara lain akses ke kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu
Dedi berjanji akan menindaklanjuti permintaan itu, sehingga ada kejelasan dan penyelesaian terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved