Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRES Sukabumi menangani kasus kematian anak Nizam Syafei anak yang diduga meninggal karena kekerasan dari ibu tirinya. Pengacara ibu kandung korban Lisnawati, Krisna Murti meminta kasus ini tak hanya berhenti menjerat ibu tiri sebagai pelaku kekerasan, juga ayahnya korban perlu diproses hukum.
Krisna menduga ayah Nizam berinisial AS telah melakukan kelalaian hingga menyebabkan terjadinya kekerasan kepada anak. AS diduga melakukan pembiaran terjadinya kekerasan hingga menyebabkan seseorang meninggal dunia.
"Jika tidak ada tindakan protektif dan konkret ini tidak bisa disebut kekerasan biasa," kata Krisna melalui keterangannya, Kamis (5/3/2026).
Krisna menjelaskan dugaan ini muncul karena ada laporan resmi sejak 2024 bahwa Nizam menjadi korban kekerasan. Namun, tidak ada tindakan konkret dari ayah korban untuk melakukan pencegahan agar anaknya tidak menjadi korban kekerasan. Ia mengatakan kondisi ini dianggap bertentangan dengan peran ayah sebagai subjek hukum yang wajib melindungan anaknya.
"Jika ayah Nizam sudah mengetahui adanya kekerasan, sudah ada laporan resmi, sudah memahami risiko yang nyata tapi memilih berdamai dan tetap membiarkan anak dalam kondisi berbahaya maka kondisi itu harus diuji serius sebagai kemungkinan kesengajaan bersyarat," kata Krisna.
Atas dasar itu, Krisna meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini. Termasuk membuka peluang menjerat pihak lainnya selain itu tiri yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Perkara ini tidak boleh berhenti pada pelaku fisik semata, hukum harus berani melihat struktur tanggung jawab, dan jika pembiaran terjadi setelah adanya laporan tidak diproses maka yang dilemahkan bukan hanya satu perkara, melainkan kepercayaan publik terhadap perlindungan anak di negeri ini," pungkasnya.
Sebelumnya, Nizam Syafei meninggal dunia dengan luka bakar di sekujur tubuhnya, diduga akibat dianiaya oleh ibu tirinya berinisial TR (46). NS meninggal dunia di RSUD Jampangkulon, Kamis (19/2). Tak lama, beredar viral video yang merekam saat terakhir NS sebelum meninggal.
Dalam video itu terlihat luka lebam parah di area wajah NS, terutama di bagian kedua mata yang tampak membiru. Selain itu, terdapat luka terbuka cukup besar di bagian paha yang menyerupai luka bakar atau bekas siraman air panas.
Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi kemudian menetapkan TR sebagai tersangka atas dugaan kekerasan fisik dan psikis. Kapolres Sukabumi AKBP Samian menegaskan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mendalami perkara kematian Nizam. (H-4)
Polres Sukabumi menetapkan TR sebagai tersangka penganiayaan anak tirinya, NS, 13. Terungkap motif disiplin berujung maut dan riwayat kekerasan sejak 2023.
Polres Sukabumi melaksanakan rapat koordinasi lintas sektor Operasi Lilin Lodaya di Aula Wicaksana Laghawa Polres Sukabumi, Palabuhanratu.
Penetapan tersangka pria yan viral berjoget khas 'Beras Habis Live Solusinya' itu dilakukan setelah pemeriksaan sebagai saksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved