Rabu 24 November 2021, 13:20 WIB

Angin Kencang Akibatkan Warga Konawe Luka-luka dan Rumah Rusak

Ferdian Ananda Majni | Nusantara
Angin Kencang Akibatkan Warga Konawe Luka-luka dan Rumah Rusak

ANTARA/YUSUF NUGROHO
Warga menyelamatkan barang dari rumah roboh akibat angin puting beliung di Desa Karanggeneng, Grobogagan, Jawa Tengah, Selasa (26/10/2021)

 

ANGIN kencang mengakibatkan dua warga Kabupaten Konawe menderita luka-luka. Peristiwa yang menerjang Desa Pulusangi, Kecamatan Puriala, Sulawesi Tenggara, terjadi pada Selasa (23/11), sekitar pukul 15.30 waktu setempat. BPBD melaporkan tidak ada korban jiwa akibat insiden tersebut.

Bencana tersebut berlangsung bersamaan dengan hujan intensitas ringan yang disertai kilat atau petir. Selain korban luka-luka, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe mencatat 1 KK atau 4 jiwa terdampak, sedangkan 2 KK atau 8 jiwa lainnya mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Angin kencang ini juga merusak 3 unit rumah warga yang berkonstruksi kayu.

"Personel BPBD telah melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak. Mereka memberikan pertolongan kepada warga terluka dan merujuknya ke Puskesmas Puriala serta memfasilitasi warga lain yang melakukan evakuasi ke rumah kerabat," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya Rabu (24/11).

Baca juga: KPPU Selisik Lonjakan Harga Minyak Goreng di Sumut

Melihat prakiraan cuaca BMKG, dalam dua hari ini cuaca di Kecamatan Puriala terpantau berawan. Namun pada Jumat (26/11), wilayah ini terpantau berpeluang berawan hingga hujan petir. Sedangkan pada cakupan provinsi, prakiraan cuaca pada hari ini di Sulawesi Tenggara berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.

Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bahaya hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. "Masyarakat diminta mewaspadai intensitas kekuatan angin, warga dapat melakukan pengecekan terhadap atap rumah atau struktur rumah yang perlu mendapatkan penguatan," sebutnya.

Di samping itu, warga dapat memangkas ranting-ranting pohon yang ada di sekitar bangunan rumah untuk menghindari tumbangnya pohon. Pemangkasan bertujuan untuk mengurangi beban pohon saat hujan lebat atau pun angin kencang yang terjadi. (H-3)

Baca Juga

MI/Djoko Sardjono

Kasus Covid-19 di Klaten Nihil, Pasien Tinggal 1 Orang

👤Djoko Sardjono 🕔Senin 06 Desember 2021, 08:30 WIB
"Dalam enam hari terakhir, Selasa (30/11) sampai Minggu (5/12), kasus positif...
Dok. Sahabat Ganjar

Penyandang Disabilitas Didorong Kembangkan Karya

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 06 Desember 2021, 01:36 WIB
Bantuan tersebut berupa tongkat untuk penyandang tuna netra dan kursi roda untuk membantu...
MI/ Bary Fathahilah

Pasien Sembuh Covid-19 di Gunung Kidul Bertambah Delapan Orang

👤Ant 🕔Minggu 05 Desember 2021, 23:58 WIB
Kasus aktif covid-19 di Gunung Kidul tinggal 39...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya