Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan memulai upayanya menyelisik penyebab lonjakan harga minyak goreng di Sumatra Utara, khususnya Kota Medan, yang terjadi belakangan ini.
KPPU Wilayah I mengetahui bahwa harga CPO dunia mengalami kenaikan dan harga CPO merupakan salah satu variabel yang dapat memengaruhi harga minyak goreng. Namun mereka masih ingin memastikan apakah memang lonjakan harga minyak goreng yang terjadi di Sumut lebih dipengaruhi kenaikan harga CPO atau bukan.
Mereka pun ingin melihat apakah itu juga terkait dengan kebijakan biodiesel atau tidak. Sebab kebijakan itu merangsang peningkatan kebutuhan CPO. Selain itu akan dilihat juga dari sisi produsen.
Menurut Kepala Kantor Wilayah I Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Ridho Pamungkas, lonjakan harga minyak goreng curah lebih tinggi dari minyak goreng kemasan. Karena itu mereka pun akan melihat apakah produsen menaikkan harga minyak goreng kemasan karena mengikuti harga minyak goreng curah atau tidak.
"Dengan kata lain, (produsen minyak goreng kemasan) bisa saja memanfaatkan situasi ini," imbuhnya, Rabu (24/11).
Begitu juga bila nanti harga CPO turun, apakah produsen juga akan menurunkan harga minyak goreng kemasan atau tidak. Sebab boleh jadi meskipun harga CPO sudah turun tetapi produsen masih memberikan harga yang sama.
Untuk itu, pihaknya sudah mengundang salah satu produsen minyak goreng untuk meminta keterangan lebih detil mengenai hal-hal di atas. Rencananya, pertemuan itu akan digelar pada Selasa 7 Desember 2021.
KPPU tidak ingin penyebab lonjakan harga minyak goreng seperti yang dialami pupuk bersubsidi belum lama ini yang sempat langka di pasaran. Kondisi itu terjadi ketika harga pupuk nonsubsidi sedang tinggi, atau naik hingga tiga kali lipat.
Kenaikan harga pupuk nonsubsidi tersebut dipengaruhi harga internasional. Harga pupuk dunia melonjak karena ketika pandemi melandai, eksportir menahan barang untuk kebutuhan dalam negerinya.
Akibatnya di Indonesia, termasuk Sumut, terjadi disparitas harga yang cukup lebar antara pupuk bersubsidi dengan nonsubsidi. Kondisi ini mendorong oknum-oknum tertentu memanfaatkan situasi menjual pupuk bersubsidi dengan harga nonsubsidi.
Selain itu perubahan sistem distribusi pupuk bersubsidi juga memberi pengaruh. Perubahan distribusi yang kini langsung diberikan ke petani telah menyebabkan banyak tertumpuknya pupuk yang menunggu giliran pengiriman.
Seperti diketahui, harga minyak goreng di Sumut, khususnya Kota Medan, mengalami lonjakan belakangan ini. minyak goreng kemasan di tingkat pengecer mengalami lonjakan harga hingga Rp20 ribu dari harga sebelumnya yang hanya Rp12-14 ribu per liter. (YP/OL-10)
Salah satu permasalahan yang dialami Depo Pertamina Plumpang adalah berkaitan dengan buffer zone yang tidak dapat dijaga dengan baik.
Aksi pamer kemewahan itu, melukai masyarakat terlebih di tengah situasi sulitnya ekonomi saat ini.
Menurut Maman, kasus ini membuka tabir persoalan pada sistem manajemen rumah sakit.
Dari awal dibangun pada 1999, PNM dimandatkan untuk memberikan fasilitas pembiayaan kepada sektor UMKM di saat perbankan sedang krisis, dan PNM menjadi alternatif pembiayaan.
Berkomunikasi sangat diperlukan agar bisa memudahkan mencapai target dana yang kamu perlukan.
Bupati Gresik H Fandi Akhmad Yani berjanji bakal mempertahankan status bebas Frambusia dan menjaga kesehatan masyarakat melalui pembangunan kesehatan yang berwawasan lingkungan.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka kasus korupsi ekspor CPO 2020–2024. Negara diperkirakan rugi Rp14,3 triliun akibat manipulasi klasifikasi produk untuk hindari aturan DMO.
Harga Minyakita di tingkat konsumen telah ditetapkan dan wajib dipatuhi seluruh pelaku usaha. Harga Minyakita di tingkat konsumen yakni Rp15.700 per liter.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Program Millers for Nutrition ada di 8 negara, 4 di Afrika dan 4 di Asia termasuk Indonesia.Koalisi ini bekerjasama dengan pelaku usaha terutama penggilingan dan refinery.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved