Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Kementan: Produksi CPO untuk Pasokan Minyak Goreng Aman jelang Lebaran

Naufal Zuhdi
02/3/2026 23:21
Kementan: Produksi CPO untuk Pasokan Minyak Goreng Aman jelang Lebaran
ilustrasi(Antara)

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi dan stok crude palm oil (CPO) nasional dalam kondisi aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng selama Ramadan dan jelang Idulfitri 1447 H. Sebagian besar produksi minyak goreng nasional berbasis bahan baku CPO, sehingga kecukupan pasokan di tingkat hulu menjadi faktor penentu dalam menjaga stabilitas ketersediaan di pasar, khususnya saat permintaan meningkat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat menyampaikan, memasuki kuartal pertama 2026, stok dan produksi di tingkat hulu telah disiapkan untuk menghadapi peningkatan kebutuhan yang secara historis naik 10%-15% selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

“Koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan, terus diperkuat guna mencegah potensi hambatan distribusi dari pabrik hingga ke tahap pengemasan,” kata Roni dikutip dari siaran pers yang diterima, Senin (2/3).

Kementan menegaskan bahwa kekuatan sektor hulu kelapa sawit menjadi fondasi dalam menjaga stabilitas pasokan minyak goreng nasional, sekaligus mendukung kebijakan energi melalui Program Mandatori Biodiesel B40/B50.

Berdasarkan hasil monitoring lapangan serta sinkronisasi data spasial perkebunan, produksi CPO nasional pada 2026 menunjukkan tren positif di tengah kebijakan pemerintah menjaga keseimbangan alokasi CPO untuk kebutuhan pangan domestik dan energi.

Roni menambahkan, pengaturan ritme pasokan dilakukan secara cermat agar peningkatan kebutuhan biodiesel tidak mengurangi kuota bahan baku minyak goreng, baik curah maupun kemasan (Minyakita). Sistem pemantauan berbasis digital juga dioptimalkan untuk melacak distribusi Tandan Buah Segar (TBS) dari kebun ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS), terutama di sentra produksi seperti Riau, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Utara.

Di berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stabilitas pasokan pangan, khususnya minyak goreng, menjadi prioritas utama pemerintah.

“Kami memastikan produksi CPO nasional dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, termasuk menghadapi lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan. Di saat yang sama, komitmen terhadap program biodiesel tetap berjalan secara terukur dan terkendali,” ujar Amran.

Berdasarkan rekapitulasi data stok komoditas perkebunan per 31 Januari 2026 menunjukkan posisi cadangan nasional dalam kondisi terkendali. Pemantauan rutin terhadap stok di tingkat hulu, termasuk kapasitas tangki timbun dan distribusi bahan baku, menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas pasokan.

Amran menilai, penguatan sektor hulu menjadi fondasi utama dalam menjaga keseimbangan pangan dan energi. Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) terus dipacu guna meningkatkan produktivitas kebun rakyat.

“Kunci stabilitas ada pada produktivitas. Melalui PSR dan pendampingan teknis, kita dorong peningkatan hasil panen per hektare agar mampu mengimbangi pertumbuhan kebutuhan industri dan konsumsi domestik,” tambah Amran. (E-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya