Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur mendesak kepada produsen untuk menambah pasokan minyak goreng khususnya MinyaKita. Hal itu menyusul meningkatnya permintaan masyarakat jelang Ramadan.
"Saya minta agar volume pasokannya dapat ditingkatkan di pasar tradisional. Menurutnya, intervensi distribusi yang tepat sasaran dan penambahan suplai menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dalam waktu singkat,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Senin (16/2).
Menurutnya, momen megengan yang berlangsung dalam dua hari sebelum ramadhan memengaruhi peningkatan pembelian masyarakat. Namun secara historis, harga cenderung kembali stabil setelah memasuki awal Ramadan.
"Apalagi hari ini momen Megengan. Jadi memang masyarakat ada yang menyetok untuk 2-3 hari ke depan. Tapi biasanya di awal Ramadhan akan kembali normal,” katanya.
Khofifah menegaskan bahwa pihaknya akan berupaya mengambil langkah intervensi guna menjaga stabilitas harga bahan pokok. Komitmen ini ditegaskan guna memberikan rasa tenang bagi masyarakat dalam menyambut bulan penuh berkah tersebut, di tengah dinamika pasar yang kerap berfluktuasi akibat peningkatan konsumsi rumah tangga.
"Mudah-mudahan stabilisasi harga bisa segera dilakukan dengan supply yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, karena itu produsen harus menambah volume minyak goreng," tegasnya.
Berdasarkan hasil pemantauannya, Gubernur Khofifah menyebut bahwa terjadi beberapa lonjakan harga akibat naiknya permintaan masyarakat. Seperti komoditas cabai rawit, daging ayam dan telur ayam.
Per Minggu (15/2) tercatat harga daging ayam ras sekitar Rp40.000 per kilogram sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), telur ayam ras Rp32.000 per kilogram dengan HET Rp30.000 per kilogram, serta cabai rawit merah Rp85.000 per kilogram atau berada di atas kisaran HET Rp40.000–Rp57.000 per kilogram.
"Yang paling dirasakan adalah cabai rawit, daging ayam dan telur ayam. Sementara daging sapi di Pasar Tambakrejo ini masih stabil dengan harga 120 ribu/kg untuk daging terbaik. Sedangkan gula ada kenaikan Rp 500 - Rp 800," ungkap Khofifah.
Adapun sejumlah komoditas lainnya terpantau dalam kondisi relatif stabil, di antaranya beras premium di kisaran Rp16.500 per kilogram, beras SPHP Rp12.200 per kilogram, serta gula pasir sekitar Rp17.000 per kilogram.(FL/E-4)
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga
Pantauan di Pasar Aviari Batu Aji, Pasar Mitra Raya Batam Center, dan Pasar Sagulung menunjukkan harga minyak goreng rakyat tersebut masih berada di kisaran Rp16.000 per liter.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) tengah melakukan kajian terhadap kemungkinan penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) MinyaKita.
Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dijual Rp58.500 per kemasan lima kg atau sekitar Rp11.700 per kg, dengan kisaran harga Rp11.700–Rp12.300 per kg di lapangan.
Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi dan stok crude palm oil (CPO) nasional dalam kondisi aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng selama Ramadan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved