Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) tengah melakukan kajian terhadap kemungkinan penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) MinyaKita. Langkah ini dipertimbangkan menyusul kenaikan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar global, yang dinilai berpengaruh pada struktur biaya dan kestabilan pasokan minyak goreng rakyat.
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menyampaikan bahwa rencana tersebut masih berada pada tahap pembahasan internal.
"Itu masih dalam kajian sih, masih dalam kajian," kata Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy dikonfirmasi di sela-sela kegiatan Pelepasan Ekspor Unggas dan Produk Turunannya ke negara Jepang, Singapura dan Timor Leste di Jakarta, Selasa (3/3).
Evaluasi ini dilakukan setelah muncul informasi bahwa harga crude palm oil saat ini telah melampaui harga acuan yang digunakan dalam penetapan HET MinyaKita, yakni Rp15.700 per liter di tingkat konsumen.
Menurut Sarwo, dinamika harga CPO global menjadi salah satu faktor penting dalam kajian tersebut. Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan kondisi produksi dalam negeri, mengingat Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia.
Dalam skema domestic market obligation (DMO), sebesar 35% alokasi MinyaKita diserahkan kepada Perum Bulog untuk dikelola dan didistribusikan.
Bulog bertanggung jawab menyalurkan MinyaKita ke para pedagang di pasar tradisional agar harga tetap terkendali di kisaran Rp15.700 per liter. Berdasarkan pemantauan Bapanas, wilayah yang mendapatkan distribusi dari Bulog relatif menunjukkan harga yang stabil dan sesuai dengan HET.
Namun demikian, di luar jalur distribusi Bulog masih ditemukan harga yang lebih tinggi, yakni berkisar antara Rp17.000 hingga Rp18.000 per liter, meskipun jumlah kasusnya disebut tidak terlalu banyak.
Bapanas menegaskan bahwa realisasi DMO terus diawasi untuk memastikan distribusi berjalan merata dan tidak memicu disparitas harga yang signifikan di pasar.
Terkait potensi perubahan HET MinyaKita, Bapanas menyatakan bahwa pelaku usaha minyak goreng akan dilibatkan dalam pembahasan lanjutan. Meski begitu, hingga saat ini pemerintah belum memanggil produsen karena masih melakukan evaluasi kondisi di lapangan.
"Belum, (ada pemanggilan bagi produsen) Ini kan baru wacana. Kita lihat dulu di lapangan. Jangan sampai kita menaikkan tapi akan memberatkan masyarakat. Jadi kita masih dalam kajian dulu. Ya, baru rencana," kata Sarwo.
Dengan demikian, penyesuaian HET MinyaKita masih sebatas wacana dan belum menjadi keputusan final. Pemerintah menekankan bahwa setiap kebijakan yang diambil akan mempertimbangkan stabilitas harga sekaligus perlindungan daya beli masyarakat. (Ant/E-4)
Selain Minyakita, tim juga menemukan harga cabai rawit Rp75.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, daging sapi Rp105.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg.
Amran meminta kepada seluruh pengusaha di Indonesia agar tidak menjual komoditas pangan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang Imlek dan Ramadan.
Para pelaku usaha di sektor pangan diminta untuk semakin taat menjalankan harga acuan pemerintah jelang Ramadan.
"Kepada para pelaku usaha pangan, mohon harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah dapat dipedomani, khususnya selama Ramadan sampai Idulfitri."
Pascalibur panjang Natal dan Tahun Baru 2026, harga berbagai kebutuhan pokok di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat melambung. Harga telur naik, minyakita dijual di atas harga eceran tertinggi.
Satgas memusatkan pemantauan di Pasar Inpres Manonda, Kecamatan Palu Barat.
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan harga Minyakita kembali sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
Menurut Direktur Eksekutif GIMNI Sahat Sinaga, pemerintah bisa menjalankan sesuai dengan mekanisme pasar yang sudah ada, namun dalam jumlah yang terbatas.
Untuk minyak yang menggunakan botol ada kekurangan hingga 40 mililiter dari harusnya 1 liter. Sedangkan untuk yang kemasan pouch juga terdapat kekurangan 10 mililiter.
Produk Minyakita mendapat sorotan lantaran harganya dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved