Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Kepala Bapanas Resmikan Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional, Minta Pengusaha tak Jual Komoditas Pangan di Atas HET

Naufal Zuhdi
13/2/2026 10:45
Kepala Bapanas Resmikan Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional, Minta Pengusaha tak Jual Komoditas Pangan di Atas HET
Ilustrasi(Dok Istimewa)

KEPALA Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meresmikan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional pada Jumat (13/2). Dalam kesempatan tersebut, Amran meminta kepada seluruh pengusaha di Indonesia agar tidak menjual komoditas pangan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek, Ramadan, Idulfitri hingga Nyepi.

“Tahun lalu kita melihat harga pangan cukup relatif stabil kalaupun terkadang ada kenaikan 1-2 pangan komoditas strategis. Tapi tahun ini kami sampaikan kepada seluruh pengusaha seluruh Indonesia. Aku memohon atas nama pemerintah tidak menaikan harga diatas harga eceran tertinggi yang ditentukan oleh pemerintah,” ucap Amran.

Dirinya menekankan, permintaan pemerintah agar pengusaha tidak menaikkan harga komoditas pangan karena stok yang ada saat ini mencukupi. Seperti beras misalnya, Amran mengungkapkan bahwa pada Februari 2026, stok beras yang dikuasai pemerintah berada di angka 3,4 juta ton.

“Yang biasanya 1 juta ton 1,5 sekarang (stok beras) 2 kali lipat dari biasanya, jadi tidak ada alasan. Yang kedua ada SPHP kita 1,5 juta ton itu harganya maksimal Rp12.500. Ada (stok) minyak goreng yang dipegang pemerintah 700 ribu ton itu harganya maksimal Rp15.700. Itu tidak boleh diatas dengan harga yang telah ditentukan. Kemudian juga daging. Harga daging (ayam) juga HET-nya sekarang Rp40 ribu, daging sapi 140 ribu. Itu tidak boleh (dijual di atas HET),” tegasnya.

Amran menegaskan tidak boleh ada pelanggaran harga pangan menjelang hari besar keagamaan.

“Tahun ini Ketua Satgas (yang datang) mewakili Pak Kabareskrim. Kalau ada yang melanggar, saya minta tolong kepada seluruh jajaran Krimsus se-Indonesia yang hadir hari ini. Ini perintah panglima tertinggi. Kemarin kami dipanggil Bapak Presiden untuk menghadap dan menjelaskan kondisi pangan menghadapi bulan suci Ramadan, Nyepi, dan seterusnya. Tidak boleh ada harga yang naik. Ikuti aturan,” imbuhnya.

Amran meminta tindakan tegas jika ditemukan beras dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kalau ada yang menjual beras di atas HET, cari produsennya. Bila perlu beri sanksi berat, cabut izinnya,” tugur dia.

Hal yang sama juga berlaku untuk minyak goreng. Menurutnya, Indonesia merupakan produsen terbesar dunia dan bahkan memasok ke banyak negara.

“Kita ini produsen terbesar dunia. Kita mensuplai negara lain, memberi pangan ke negara lain, khususnya minyak goreng. Tetapi kalau harganya di atas HET, cari pabriknya dan cabut izinnya. Kita harus tegas. Kalau tidak tegas, larinya ke pemerintah, padahal pangan kita lebih dari cukup,” ujarnya.

Ia juga menekankan harga daging sapi menjelang HBKN harus sesuai ketentuan. Ia menegaskan tidak akan ragu mengambil langkah tegas, termasuk soal impor sapi.

“Harga daging harus sesuai HET. Kalau ada yang menaikkan harga, kejar sampai ke feedlot atau penggemukannya. Kalau terbukti melanggar, saya pastikan izinnya dicabut. Tahun depan, insyaallah kalau saya masih diberi kesehatan dan masih menjabat, tidak boleh lagi main-main. Ini menyangkut 286 juta penduduk Indonesia. Kita menghadapi Ramadan, Idulfitri, Imlek, Nyepi, dan hari besar lainnya. Tidak boleh ada yang bermain-main dengan harga pangan,” pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya