Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Pemerintah Pastikan Ketersediaan Pangan Nasional Aman Hadapi Ramadan dan Idulfitri

Naufal Zuhdi
03/2/2026 23:42
Pemerintah Pastikan Ketersediaan Pangan Nasional Aman Hadapi Ramadan dan Idulfitri
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman.(Dok. Badan Pangan Nasional (Bapanas))

PEMERINTAH memastikan kondisi neraca pangan nasional berada dalam kondisi aman dan surplus hingga akhir Maret 2026. Hal ini tecermin dari proyeksi stok awal 2026 yang ditopang oleh produksi dalam negeri pada sejumlah komoditas pangan strategis.

"Pada kesempatan ini, kami menyampaikan bahwa berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional tahun 2026, ketersediaan pangan strategis utama seperti beras, jagung, kedelai, daging sapi, telur ayam, daging ayam, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, gula konsumsi, dan aneka cabai berada dalam kondisi aman dan cukup untuk menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional, khususnya Bulan Suci Ramadan," papar Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian dalam Rapat bersama Komisi IV DPR, Selasa (3/2) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Berdasarkan Neraca Pangan, proyeksi hingga akhir Maret 2026, sejumlah komoditas utama menunjukkan ketersediaan yang jauh melampaui kebutuhan konsumsi Februari dan Maret 2026.

Untuk komoditas beras, total ketersediaan mencapai 20,38 juta ton dengan kebutuhan konsumsi sekitar 5,12 juta ton, neraca beras nasional tercatat surplus 15,26 juta ton. Komoditas jagung juga berada dalam kondisi aman dengan total ketersediaan 7,70 juta ton dan kebutuhan selama dua bulan diperkirakan 3,04 juta ton, sehingga masih terdapat surplus 4,66 juta ton.

Sementara itu, kedelai memiliki total ketersediaan sekitar 629 ribu ton dan kebutuhan sekitar 453,9 ribu ton. Neraca kedelai masih mencatat surplus 176 ribu ton.

Pada sektor protein hewani, ketersediaan daging sapi dan kerbau mencapai 172 ribu ton dengan kebutuhan 132,4 ribu ton, sehingga terdapat surplus 39 ribu ton. Daging ayam tercatat memiliki ketersediaan 1,19 juta ton, kebutuhan 670,6 ribu ton, dan surplus sekitar 520 ribu ton. Adapun telur ayam tersedia 1,38 juta ton dengan kebutuhan 1,08 juta ton dan surplus 301 ribu ton.

Untuk komoditas strategis lainnya, minyak goreng menunjukkan kondisi sangat kuat dengan total ketersediaan 4,47 juta ton dan kebutuhan sekitar 914,8 ribu ton, sehingga neraca surplus 3,56 juta ton. Gula konsumsi tercatat tersedia 1,45 juta ton, dengan kebutuhan 472,8 ribu ton dan surplus sekitar 986 ribu ton.

Komoditas hortikultura juga berada dalam kondisi aman. Cabai besar memiliki ketersediaan 398 ribu ton dengan surplus 244 ribu ton. Sementara cabai rawit tersedia 460 ribu ton dengan surplus 308 ribu ton. Bawang merah mencatat ketersediaan 352 ribu ton dan surplus 154 ribu ton, sedangkan bawang putih tersedia 238 ribu ton dengan surplus 124 ribu ton.

Untuk memastikan pasokan dan distribusi pangan aman dan terjangkau bagi masyarakat, pemerintah juga memperkuat pengawasan distribusi pangan di lapangan dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan.

Satgas Saber Pelanggaran Pangan bertugas melakukan pemantauan langsung di sepanjang rantai pasok, mulai dari produsen, distributor, hingga pasar rakyat dan ritel modern, guna mencegah praktik penimbunan, distribusi tidak wajar, pelanggaran harga di atas ketentuan, serta peredaran pangan yang tidak memenuhi standar keamanan dan mutu.

Melalui penguatan pengawasan dan langkah penegakan aturan tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus melindungi masyarakat dari praktik-praktik yang dapat mengganggu ketahanan pangan nasional, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. (Fal/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya