Minggu 23 Mei 2021, 12:07 WIB

Hotel di Labuan Bajo Wajib Gunakan Kopi Colol

Yohanes Manasye | Nusantara
Hotel di Labuan Bajo Wajib Gunakan Kopi Colol

MI/Yohanes Manasye
Kopi Colol

 

GUBERNUR Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat mewajibkan hotel-hotel di Labuan Bajo untuk menggunakan kopi Colol. Jika tidak, izin untuk hotel tersebut akan dicabut. 

Hal itu ditegaskan Laiskodat saat berkunjung ke Desa Colol, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Sabtu (22/5) malam. 

"Kalau ada kopi lain, kita peringatan. Tidak mau dengar, kita tutup hotelnya," tegas politikus Partai NasDem itu. 

Namun sebelum itu, pihaknya mendorong sejumlah stakeholder seperti BPOP Labuan Bajo Flores, Bank NTT dan Pemkab Manggarai Timur petani kopi mengemas produknya dalam bentuk saset. 

"Kita akan menyiapkan agar seluruh kopi kita dalam bentuk saset sehingga kita akan masuk di seluruh toko-toko atau pun hotel-hotel, sampai dalam kamar itu kopi Colol. Nanti kalau (kemasan saset) itu sudah ada, seluruh hotel di Labuan Bajo tidak ada kopi lain. Adanya kopi Colol," lanjutnya. 

Ia pun berguyon, walaupun orang Colol belum masuk kamar hotel bintang lima, tetapi kopinya harus ada di sana untuk menjadi salah satu minuman bagi tamu hotel. 

"Walaupun orang Colol belum masuk kamar hotel bintang lima, tapi kopinya masuk kamar hotel bintang lima," canda Laiskodat disambut riuh tawa warga setempat. 

Baca juga: Laiskodat Harap Digitalisasi Pelabuhan Majukan Ekonomi NTT

Ia mengatakan, Labuan Bajo merupakan destinasi pariwisata super premium. Karena itu, produk-produk di hotel-hotel hingga restoran di Labuan Bajo harus super premium juga. 

Kopi Colol, kata Laiskodat, merupakan salah satu produk super premium. 

"Kenapa kopi Colol itu kita anggap super premium, karena dia telah mendapatkan peringkat sebagai kopi terbaik. Kemasannya juga harus dikemas dalam kemasan super premium," ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur BUMDES Colol Rudolf Supardi mengeluhkan sulitnya memasarkan kopi. Meskipun saat ini BUMDES dampingan Bank NTT itu sudah mulai memproduksi kopi dalam kemasan saset, namun jumlahnya masih terbatas sesuai pesanan pembeli. 

"Produksi kami masih terbatas. Masih sedikit. Sesuai pesanan pembeli. Pembelinya pun masih di sekitar Manggarai Raya," ucap Rudolf. 

Ia berharap agar ada intervensi kebijakan pemerintah agar pemasaran kopi Colol semakin luas dan bisa berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.(OL-5)

Baca Juga

MI/Widjajadi

Pemkot Solo Minta Sekolah Antisipasi Klaster PTM

👤Widjajadi 🕔Kamis 23 September 2021, 13:03 WIB
"Ya meski vaksinasi siswa didik di Kota Solo sudah mencapai 80% lebih, tetapi kewaspadaan terhadap kemungkinan penularan covid-19...
MI/Gabriel Langga

Ikut Ujian Kompetensi, Siswa LPK Karunia Bunda Siap Terjun di Dunia Kerja

👤Gabriel Langga 🕔Kamis 23 September 2021, 11:19 WIB
Ada sekitar 40 peserta didik yang mengikuti pelatihan desain grafis yang dilaksanakan selama 38 hari di LKP Karunia...
MI/Djoko Sardjono

TNI/Polri Tingkatkan Serbuan Vaksinasi Covid-19 di Klaten

👤Djoko Sardjono 🕔Kamis 23 September 2021, 10:50 WIB
Serbuan vaksinasi TNI-Polri, dalam dua pekan terakhir, telah dilaksanakan di 18 Polsek jajaran Polres...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sarjana di Tengah Era Disrupsi

Toga kesarjanaan sebagai simbol bahwa seseorang memiliki gelar akademik yang tinggi akan menjadi sia-sia jika tidak bermanfaat bagi diri dan orang banyak di era yang cepat berubah ini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya