Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Depati Air Pangkalpinang mengimbau nelayan untuk waspada. Pasalnya perairan Babel masih akan dilanda gelombang tinggi dan angin kencang.
Kepala seksi Informasi dan data BMKG Pangkalpinang Kurniaji mengatakan, pihaknya memprakirakan potensi gelombang tinggi beberapa hari ke depan masih akan terjadi di perairan Babel.
"Perairan Utara Bangka tinggi, Selat Gelasa, Selat Karimata. Tinggi gelombang mencapai 2 meter dan masih bisa bertambah seiring dengan
adanya potensi awan comulonimbus," kata Kurniaji. Sabtu (30/1).
Sedangkan untuk Selat Bangka tinggi gelombang 1 meter, dan selatan Bangka 1,5 meter. "Untuk kecepatan angin merata di mencapai 35 km/jam," terangnya.
Gelombang tinggi dan angin kencang ini, harus di waspadai para nelayan agar tidak terjadi kecelakaan laut. "Nelayan kita himbau waspada, jika memang tidak memungkinkan jangan memaksakan diri melaut, terlebih kondisi cuaca seperti saat ini," ungkap dia.
Ia menambahkan potensi hujan lebat masih akan terjadi hampir merata di seluruh Babel, ini juga harus diwaspadai. Khususnya bagi masyarakat yang tinggi di daerah rawan bencana banjir. (OL-15)
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 disertai angin hujan dan badai masih berlangsung di perairan Jawa Tengah berisiko terhadap pelayaran.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Papua Barat diperkirakan masih akan mengalami cuaca basah dengan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Status tersebut, lanjut Andi, menjadi dasar bagi seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Berdasarkan data terbaru BMKG, status Siaga ini mencakup wilayah NTB, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat.
Desa Sangiang 1 KK terdampak serta 1 unit rumah rusak berat dengan total kerugian diperkirakan Rp20 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved