Kamis 10 September 2020, 10:38 WIB

KPK Panggil Mantan Kepala BKD Subang Sebagai Tersangka Gratifikasi

Antara | Nusantara
KPK Panggil Mantan Kepala BKD Subang Sebagai Tersangka Gratifikasi

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Mantan Bupati Subang Ojang Suhandi terseret kasus penerima gratifikasi melibatkan mantan Kepala BKD Subang, HTS sebagai tersangka.

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Kepala Bidang Pengadaan dan Pengembangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Subang Heri Tantan Sumaryana (HTS) sebagai tersangka menerima gratifikasi.
  
"HTS, dipanggil sebagai tersangka terkait tindak pidana korupsi menerima gratifikasi," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (10/9).
  
KPK telah mengumumkan Heri sebagai tersangka pada 9 Oktober 2019. Namun, KPK belum menahan yang bersangkutan sampai saat ini. Penetapan Heri sebagai tersangka dilakukan dalam pengembangan proses penyidikan dan mengamati fakta persidangan dengan terdakwa mantan Bupati Subang Ojang Sohandi.
  
Ojang Sohandi selaku Bupati Subang periode 2013 sampai 2018 diduga menerima dana, baik secara langsung maupun tidak langsung yang berasal di luar penghasilan resmi. Salah satu penerimaan gratifikasi Ojang Suhandi diterima melalui tersangka Heri sejumlah Rp9,645 miliar. Penerimaan itu, pertama berasal dari pungutan dalam pengangkatan calon pegawai negeri sipil (PNS) daerah dari tenaga honorer kategori II masa tes dan verifikasinya dimulai Februari 2014 hingga Februari 2015.
  
Sejak April 2015, Heri mengumpulkan uang pungutan dari pegawai honorer dengan iming-iming akan menjadi calon PNS daerah dari tenaga honorer kategori II dalam rekrutmen yang dibuka pada April 2016. Kedua, penerimaan terkait dengan seleksi CPNS di BKD Kabupaten Subang, yaitu dengan cara mencari pungutan dari calon PNS Kabupaten Subang Kategori II yang belum lulus. Diduga, sebagian dari uang yang diterima digunakan untuk kepentingan tersangka Heri.

baca juga: Oknum Panwascam Diduga Minta Uang ke Aparatur Kecamatan
  
Uang yang diberikan tersangka Heri pada Ojang Sohandi hanya Rp1,65 miliar melalui ajudan Bupati Subang saat itu. Dan sebagian digunakan untuk pembelian aset dua bidang tanah di Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler senilai Rp2,44 miliar. Seluruh penerimaan uang oleh tersangka Heri bersama-sama dengan Ojang Sohandi tidak pernah dilaporkan ke Direktorat Gratifikasi KPK dalam waktu paling lambat 30 hari kerja, sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf C Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2001. (OL-3)
  

Baca Juga

MI/Supardji Rasban

Bupati Brebes Dorong Maksimalkan Pengelolaan Sampah

👤Supardji Rasban 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 01:30 WIB
Bupati Brebes minta pengelolaan sampah harus...
ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

Potensi Erupsi Merapi ke Arah Barat Daya dan Tenggara

👤Ardi Teristi 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 01:10 WIB
Arah erupsi Gunung Merapi mengarah ke Barat Daya dan...
DOK MI

PPKM Efektif Turunkan Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Lamongan

👤M Yakub 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 00:50 WIB
PPKM di Lamongan efektif turunkan angka positif...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya