Sabtu 29 Agustus 2020, 16:45 WIB

Warga Tasikmalaya Belum Peduli Mencegah Covid-19

Adi Kristiadi | Nusantara
Warga Tasikmalaya Belum Peduli Mencegah Covid-19

MI/Lilik Darmawan
Satpol PP didampingi aparat TNI merazia warga yang keluar rumah tanpa masker dan mulai memberi sanksi.

 

PEMKOT Tasikmalaya telah menetapkan sanksi sosial atau denda bagi warga yang kedapatan keluar rumah tanpa masker. Namun, masih saja banyak warga yang kedapatan tidak mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tersebut.

Berdasarkan data gugus tugas, tercatat ada 844 penindakan yang dilakukan oleh petugas. Dari jumlah itu terdata 820 warga tidak bermasker dan 24 pengelola usaha mengabaikan aturan protokol kesehatan. Ada 20 orang memilih membayar denda sebesar Rp50 ribu, sisanya memilih kerja sosial di tempat umum

"Petugas mendapati masih banyak pelanggar yang tidak memakai masker di ruas jalan dan pasar tradisional, mereka kebanyakan memilih kerja sosial daripada membayar denda Rp50 ribu. Untuk pelaku usaha, pelanggaran paling banyak beroperasi melebihi jam operasional sampai pukul 22.00 WIB. Belum semua dikenai sanksi penyegelan," kata Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Polisi Pamong Praja Kota Tasikmalaya, Yogi Subarkah, Sabtu (29/8).

Yogi mengatakan, saksi peringatan bagi 21 tempat usaha dan untuk tiga lainnya disegel sementara. Jika masih saja menyepelekan peraturan protokol kesehatan izinnya dicabut.

"Masih banyak warga yang mengabaikan protokol pencegahan Covid. Kami juga tidak bosan untuk mengingatkannya. Jika aturan tidak ditegakkan sangat memungkinkan pandemi lebih parah. Upaya memutus mata rantai penyebaran korona harus kompak. Jangan menyesal kalau ada anggota keluarganya kena covid dan meninggal," ujarnya.

Sementara Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Ivan Diksan, mengatakan pada prinsipnya daerah dan pusat sama harus melakukannya dua gerakan. Yakni, bergerak di penanganan Covid-19 dan bergerak dalam pemulihan perekonomian.

"Kami masih menunggu juklak dan juknisnya, tetapi sekarang ini untuk sementara gunakan pola gugus tugas yang dilakukan Polri, TNI, dan Satpol PP. Karena, memang dalam aturan tersebut sudah dilakukan agar memberikan efek jera bagi pelanggara seperti pejalan kaki, pasar tradisonal, kafe masih beroperasi lebih dari pukul 22.00 WIB dan mengingat aturan itu sudah diterapkan dalam Perwalkot," paparnya. (OL-13)

Baca Juga: Tak Bermasker Emil Siapkan Sanksi Denda hingga Kurungan

 

Baca Juga

medcom

Kasus Positif Covid-19 di Klaten Tembus 2.001 Orang

👤Djoko Sardjono 🕔Minggu 06 Desember 2020, 07:58 WIB
Klaten menambah jumlah kasus positif sebanyak 28 orang sehingga jumlah akumulasi kasus positif menjadi 2.001...
Dok.MI

342 Tenaga Medis Gugur IDI Beri Peringatan

👤(Van/E-3) 🕔Minggu 06 Desember 2020, 05:55 WIB
TIM Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengumumkan dari Maret hingga Desember total 342 tenaga medis dan tenaga kesehatan...
heri susetyo

3M Amankan Pesta Demokrasi

👤HERI SUSETYO 🕔Minggu 06 Desember 2020, 05:50 WIB
SEUSAI subuh, sejumlah petugas sudah datang ke tempat pemungutan suara. Mereka menyemprot seluruh meja, kursi, peralatan, dan lantai dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya