Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Satpol PP Tertibkan Pungli di Kota Tua, Barrier Beton Kini Berlapis Dua

Basuki Eka Purnama
10/2/2026 04:29
Satpol PP Tertibkan Pungli di Kota Tua, Barrier Beton Kini Berlapis Dua
Situasi simpang Jalan Kunir–Jalan Kemukus, Kota Tua, Kelurahan Pinangsia, Tamansari, lokasi yang digunakan dua orang "Pak Ogah" mengambil pungutan liar dengan membuka akses barrier beton (pembatas jalan), Senin (9/2/2026).(ANTARA/Risky Syukur)

SATUAN Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat bergerak cepat menertibkan aksi pungutan liar (pungli) yang meresahkan pengendara di kawasan Kota Tua, Kelurahan Pinangsia, Tamansari. 

Penertiban ini merupakan respons langsung atas viralnya video dua orang "Pak Ogah" yang membuka paksa pembatas jalan (barrier) beton demi mendapatkan keuntungan pribadi.

Kepala Satpol PP Kecamatan Tamansari, Goodman Sidabutar, menyatakan bahwa lokasi yang menjadi sasaran pemantauan berada di simpang Jalan Kunir dan Jalan Kemukus. Setelah melakukan penertiban, petugas memastikan akses ilegal tersebut telah ditutup kembali dengan pengamanan yang lebih kuat.

“Sekarang udah enggak ada pungli di situ dan itu juga sudah kita tutup kembali barrier-nya dengan dua lapis. Sehingga penguatan barrier-nya tidak mudah untuk dipindahkan,” ujar Goodman saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Penelusuran Pelaku hingga ke Rumah Orangtua

Meski aksi mereka terekam kamera dan viral di media sosial, kedua terduga pelaku pungli tersebut berhasil melarikan diri saat petugas tiba di lokasi. 

Goodman menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan upaya penelusuran hingga ke tempat tinggal yang bersangkutan untuk memberikan efek jera.

Namun, dalam pengejaran tersebut, petugas hanya berhasil menemui orang tua para terduga pelaku. Sebagai langkah administratif dan preventif, petugas meminta pihak keluarga bertanggung jawab atas tindakan anak-anak mereka.

“Kami kemarin sudah mencari terduga pelaku seperti yang beredar di media sosial, tapi belum ditemukan. Kita udah ke rumah orangtuanya, nah pas kita ke sana yang kita jumpai hanya orangtuanya. Jadi orangtuanya kita bikin surat pernyataan,” tutur Goodman menjelaskan progres pencarian pelaku.

Pengawasan Rutin Cegah Pungli Berulang

Berdasarkan hasil investigasi lapangan, praktik membuka pembatas jalan ini diketahui baru terjadi dalam waktu dekat, terutama saat kondisi lalu lintas di sekitar Kota Tua mengalami kemacetan parah. 

Para pelaku memanfaatkan celah tersebut untuk meminta uang dari pengendara yang ingin mencari jalan pintas.

Guna menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat ke depannya, Satpol PP bersama Dinas Perhubungan (Dishub) telah menyusun jadwal patroli rutin. Goodman menegaskan bahwa pengawasan di titik-titik rawan tidak akan kendor meskipun situasi saat ini sudah terkendali.

“Sejak kejadian viral, petugas Satpol PP dan Dishub terus kontrol di lapangan. Tujuannya agar tidak ada lagi yang berulah,” tegasnya. 

Ia menambahkan bahwa aktivitas pungli tersebut sebelumnya dipicu oleh kondisi kemacetan, namun kini personel telah bersiaga setiap hari untuk memastikan kelancaran lalu lintas di kawasan wisata sejarah tersebut. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya