Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Sambut Jakarta Kota Sinema dan Imlek, Dishub Rekayasa Lalu Lintas di Kota Tua hingga Februari 2026

Basuki Eka Purnama
17/1/2026 12:24
Sambut Jakarta Kota Sinema dan Imlek, Dishub Rekayasa Lalu Lintas di Kota Tua hingga Februari 2026
Ilustrasi--Pengunjung memadati area wisata Kota Tua di Jakarta, Selasa (1/4/2025).(MI/Susanto)

DINAS Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, melalui Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, mengumumkan rencana rekayasa lalu lintas di kawasan wisata Kota Tua, Kecamatan Taman Sari. 

Langkah ini diambil guna mendukung rangkaian acara "Jakarta Kota Sinema" sekaligus menyambut perayaan Tahun Baru Imlek di kawasan bersejarah tersebut.

Kebijakan ini dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai akhir Januari hingga pertengahan Februari 2026. 

Penutupan jalan akan difokuskan pada tiga titik utama yang menjadi lokasi pusat kegiatan, yakni Jalan Teh, Jalan Cengkeh, dan Jalan Kunir 2 Dalam.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, Susilo Dewanto, menjelaskan bahwa rekayasa ini merupakan bentuk dukungan infrastruktur transportasi bagi kelancaran agenda wisata dan budaya di Jakarta Barat.

“Rekayasa lalu lintas dilakukan untuk pelaksanaan sejumlah kegiatan dalam rangka mendukung 'Jakarta Kota Sinema' sekaligus menyambut Imlek di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat,” ujar Susilo di Jakarta, Sabtu.

Jadwal Penutupan Jalan

Berdasarkan linimasa yang telah disusun, penutupan jalan akan dimulai di Jalan Teh pada 30 hingga 31 Januari 2026. Selanjutnya, akses di Jalan Cengkeh akan ditutup selama lima hari, yakni pada 3 hingga 7 Februari 2026. 

Khusus di area Jalan Cengkeh, penutupan juga berdampak pada lokasi sementara (Loksem) pedagang yang diberlakukan lebih awal pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026.

Sebagai penutup rangkaian rekayasa lalu lintas di bulan Februari, Jalan Kunir 2 Dalam dijadwalkan akan ditutup pada 26 Februari 2026. 

Selain ruas jalan tersebut, konsentrasi massa dan kegiatan diprediksi akan berpusat di dua ikon bangunan tua, yakni Gedung Jasindo dan Gedung Cipta Niaga.

Pengerahan Ratusan Personel

Untuk memastikan arus lalu lintas di sekitar kawasan Taman Sari tetap terkendali dan meminimalisir kemacetan bagi warga setempat, Dishub menyiagakan sebanyak 110 personel. 

Para petugas akan berjaga secara bergantian untuk memantau situasi di lapangan serta membantu mengarahkan pengguna jalan.

"Kami kerahkan 110 petugas yang terbagi dalam 3 sif termasuk penempatan petugas pada Gedung Jasindo dan Cipta Niaga," kata Susilo menambahkan.

Masyarakat yang hendak beraktivitas atau berwisata ke kawasan Kota Tua diimbau untuk memperhatikan jadwal tersebut dan menyesuaikan rute perjalanan. Penggunaan transportasi umum sangat disarankan guna menghindari penumpukan kendaraan di sekitar area penutupan jalan. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya