Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pengemudi Tewas saat Macet Banjir, DPRD DKI: Mitigasi Harus Cepat, jangan Tunggu Jatuh Korban

Rahmatul Fajri
24/1/2026 12:02
Pengemudi Tewas saat Macet Banjir, DPRD DKI: Mitigasi Harus Cepat, jangan Tunggu Jatuh Korban
KETUA Komisi D sekaligus Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike.(Dok. DPRD DKI)

KETUA Komisi D sekaligus Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menyampaikan duka mendalam atas kejadian meninggal seorang pengemudi usai terjebak macet akibat banjir Jakarta, tepatnya di Jalan Latumenten, Jelambar, Jakarta Barat pada Kamis (22/1/2026) siang. 

Diketahui, korban bernama Arohim (51), warga Penjaringan, Jakarta Utara itu mengemudikan mobil Daihatsu Sigra berpelat nomor B 2148 BOK. Momen evakuasi korban sempat beredar viral di media sosial. 

"Kami dari DPRD DKI Jakarta mengucapkan rasa duka yang mendalam atas kejadian tersebut," kata Yuke, melalui keterangannya, Sabtu (24/1/2026).

Yuke mengimbau masyarakat untuk tetap waspada di tengah cuaca ekstrem dan tingginya intensitas hujan di Jakarta yang membuat sejumlah ruas jalan dan permukiman terendam. Ia meminta seluruh jajaran dinas, terutama Sumber Daya Air, Bina Marga, Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD melakukan mitigasi secara sigap dan tepat. 

"Kami minta dinas terkait melakukan penanganan dan mitigasi yang cepat, termasuk antisipasi dalam beberapa hari ke depan di lokasi rawan banjir," ujar Yuke. 

Yuke mengatakan mitigasi bencana yang tepat dan cepat diharapkan dapat mengurangi dampak kerugian materil maupun korban jiwa. Selain itu, Yuke mendesak agar dinas terkait dan dapat melakukan deteksi dini di sejumlah daerah rawan longsor.

"Beberapa laporan hari ini seperti di Srengseng Sawah dan lain-lain, banyak yang longsor ini juga harus segera dideteksi biar bisa diantisipasi dan tidak memakan korban," tegas dia. 

Ia meminta, jajaran Pemprov DKI Jakarta dapat lebih cermat dalam memberikan izin ke pembangunan di daerah rawan. Kejadian banjir Jakarta dan longsor merupakan sinyal untuk dievaluasi bersama, bagaimana pembangunan di Jakarta harus selaras dengan Rencana Detail Tata Ruang yang sudah ditetapkan.

"Agar cermat dalam memberikan izin membangun di lokasi yg rawan longsor atau sepadan sungai yang ada di Jakarta termasuk di atas saluran air, agar bisa diantisipasi kejadian longsor," katanya.

Terpisah, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berduka atas meninggalnya pengemudi mobil saat macet panjang akibat banjir di Jalan Latumenten, Jelambar, Jakarta Barat, Kamis (22/1/2026) siang.

Pramono mengatakan, telah membaca pemberitaan terkait peristiwa tersebut meski belum sempat bertemu langsung dengan pihak keluarga. 

“Terus terang saya berduka. Yang meninggal saya sudah membaca beritanya walaupun saya belum secara langsung bertemu,” ujar Pramono.

Ia mengatakan telah memerintahkan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk mendata dan mencari tahu secara detail proses meninggalnya korban. Menurut informasi yang diterimanya, korban meninggal dunia saat terjadi kemacetan yang dipicu oleh banjir di lokasi tersebut. 

“Karena memang sebenarnya dari info yang saya peroleh meninggal ketika terjadi kemacetan, kemacetan karena terjadi banjir,” ujarnya. 

Kronologi

Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan, menjelaskan korban meninggal dunia terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di tengah kemacetan lalu lintas. Lokasi pengemudi mobil meninggal di dekat Flyover Grogol menuju ke arah Tambora. Saat kejadian terjadi kemacetan panjang imbas jalan yang tergenang sekira 10 centimeter.

“Jadi tadi sekitar jam satu siang ada saksi di bengkel mobil sempat melihat korban mengendarai mobil, lalu tiba-tiba berhenti di tengah jalan,” kata Alexander saat dikonfirmasi.

Melihat mobil berhenti di tengah jalan, saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas lalu lintas yang sedang bertugas di sekitar lokasi. Petugas lantas kemudian membantu mendorong mobil korban agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

“Sempat diketuk kacanya, tapi tidak ada respons. Saat pintu dibuka, korban dalam keadaan duduk dengan kepala merunduk,” ujarnya.

Petugas kemudian memeriksa kondisi korban dan mendapati denyut nadinya sudah tidak berdetak.

“Setelah dicek, korban sudah meninggal dunia. Kemudian diidentifikasi oleh Polres Jakarta Barat dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelas Alexander. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya