Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Revitalisasi JPO Sarinah Jadi Standar Baru Fasilitas Ramah Disabilitas

Mohamad Farhan Zhuhri
03/3/2026 12:53
Revitalisasi JPO Sarinah Jadi Standar Baru Fasilitas Ramah Disabilitas
Pekerja menggarap proyek pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta .(MI/Usman Iskandar)

WAJAH baru Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah kini resmi kembali melayani warga Jakarta. Diresmikan oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung, infrastruktur ini hadir dengan konsep inklusivitas yang lebih matang, menjadikannya percontohan bagi pembangunan fasilitas publik di masa depan.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengapresiasi langkah revitalisasi tersebut. Menurutnya, JPO Sarinah bukan sekadar sarana penyeberangan, melainkan simbol keberpihakan pemerintah terhadap kelompok rentan, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.

Model Inklusivitas Ibu Kota
Yuke menilai kesuksesan revitalisasi JPO Sarinah harus diduplikasi di berbagai titik strategis lainnya di Jakarta. Ia menekankan pentingnya mendengarkan langsung aspirasi dari para pengguna di lapangan untuk memastikan fasilitas yang dibangun tepat guna.

"Tadi kita dapat masukan juga dari rekan-rekan disabilitas, nggak semua halte, nggak semua JPO di Jakarta itu cukup nyaman dan ramah untuk akses disabilitas, walaupun sudah semuanya sudah disesuaikan, sudah dibuat," ujar Yuke melalui keterangannya, Selasa (3/3).

Meskipun banyak fasilitas publik di Jakarta mulai berbenah, Yuke mengakui masih ada tantangan dalam menciptakan kenyamanan yang merata. Kehadiran lift di JPO Sarinah dianggap sebagai solusi konkret untuk memitigasi risiko keselamatan bagi pengguna kursi roda di kawasan padat lalu lintas.

"Jadi ke depan kita berharap ini sebagai salah satu contoh ya, dan tadi sudah dites sendiri cukup lumayan nyaman," kata Yuke.

Catatan Perawatan dan Keamanan
Meski memberikan apresiasi, politisi PDI Perjuangan ini memberikan catatan penting terkait aspek operasional, khususnya keberlangsungan fungsi lift yang menjadi jantung aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

"Cuma tadi pesannya (penyandang disabilitas) kalau bisa liftnya jangan cepat-cepat matinya, karena kalau mati kan mereka mengandalkan sekali lift gitu," ungkap Yuke.

Dari sisi keamanan, JPO Sarinah dinilai relatif aman karena berada di pusat perniagaan yang ramai. Kendati demikian, standar pengamanan melalui kamera pengawas (CCTV) dan kehadiran petugas tetap menjadi prioritas utama.

"Kalau di lokasi ini kan sebetulnya ini lokasi niaga yang sangat ramai, jadi kita sih mungkin nggak terlalu khawatir kalau ini sepi. Tapi tetap harus dijaga," tambahnya.

Tanggung Jawab Bersama
Di akhir keterangannya, Yuke mengingatkan bahwa keberadaan JPO ini dibiayai oleh pajak warga Jakarta. Oleh karena itu, masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga fasilitas tersebut agar tidak rusak atau disalahgunakan.

"Tapi yang jelas semuanya, segala sesuatu ini kan kita rencanakan dan dibuat oleh anggarannya masyarakat atau warga Jakarta, jadi sebaiknya kita juga yang saling menjaga," pungkas Yuke. (Far/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya