Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Aksi perusakan fasilitas publik oleh kelompok anarkis beberapa waktu lalu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Menyikapi hal itu, Ketua Yayasan Masjid Cut Meutia, Benny Suprihartadi, melakukan audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada Senin (8/9).
Pertemuan di Ruang Tamu Gubernur turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Mochamad Miftahulloh Tamary, Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual (Dikmental) Setda Provinsi DKI Jakarta Fajar Eko Satriyo, serta sejumlah pejabat Pemprov lainnya.
“Kami prihatin dengan aksi anarkis yang merusak fasilitas umum. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi dan pemerintah dapat mengantisipasinya,” ujar Benny.
Ia menekankan pentingnya komunikasi intensif antara pemerintah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk menjaga kondusivitas Ibu Kota. “Kami berharap pemerintah terus membuka ruang dialog agar warga merasa tenang dan Jakarta tetap kondusif,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret, Masjid Cut Meutia menambah jadwal pengajian dan dialog jamaah, serta memasang spanduk imbauan setiap Jumat di titik-titik strategis Jakarta. Pesannya sederhana, jangan mudah terprovokasi isu yang berpotensi memecah belah umat.
“Kita harus rawat persaudaraan dan menjaga kedamaian bersama,” tegas Benny.
Menurutnya, bangsa majemuk seperti Indonesia hanya bisa berdiri kokoh bila persatuan dijaga. Islam sendiri, kata dia, mengajarkan pentingnya ukhuwah dan menjaga keharmonisan.
Selain menjaga kerukunan, Benny juga meminta perhatian Pemprov DKI terhadap pelestarian cagar budaya, khususnya Masjid Cut Meutia. “Masjid ini adalah ikon sejarah Jakarta. Revitalisasi bukan sekadar merawat bangunan, tetapi juga menjaga identitas kota dan mewariskan nilai sejarah kepada generasi mendatang,” ujarnya.
Dengan langkah bersama ini, Masjid Cut Meutia diharapkan terus berfungsi sebagai pusat ukhuwah, ruang dialog kebudayaan, dan simbol warisan sejarah yang hidup di tengah masyarakat Jakarta. (E-3)
Jelajahi Kerajaan Kalingga: Sejarah kuno, budaya kaya, dan warisan peradaban maritim Jawa yang mempesona.
Dengan ketersediaan dana tersebut, seharusnya dampak banjir dapat diminimalisasi melalui persiapan yang lebih matang.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan anggaran Rp100 miliar yang digelontorkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bukan hanya untuk pembongkaran tiang monorel Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memangkas anggaran subsidi Transjakarta hingga Rp1,1 triliun pada 2026 seiring turunnya total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membongkar tiang-tiang monorel Jakarta milik PT Adhi Karya yang mangkrak di kawasan Kuningan, tepatnya di Jalan Rasuna Said sisi timur.
Pemprov DKI melakukan mitigasi untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, mulai dari pemantauan intensif BMKG hingga kesiapan infrastruktur pengendali banjir
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved