Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memperkuat manajemen mitigasi bencana, terutama di tengah meningkatnya curah hujan ekstrem yang melanda ibu kota dalam beberapa hari terakhir.
Kenneth menilai, insiden banjir dan pohon tumbang di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Kamis (30/10) yang menewaskan satu orang, harus menjadi peringatan serius bagi Pemprov DKI.
"Peristiwa ini bukan sekadar musibah alam, tetapi juga peringatan bagi kita semua bahwa sistem kesiapsiagaan dan pemeliharaan infrastruktur kota harus ditingkatkan secara serius," kata Kenneth dikutip dari Antara, Jumat (31/10).
Menurut dia, curah hujan tinggi memicu genangan di sejumlah titik dan menyebabkan banyak pohon tumbang akibat angin kencang. Ia menilai, kondisi ini mencerminkan lemahnya sistem mitigasi serta belum optimalnya koordinasi antarinstansi dalam menghadapi cuaca ekstrem.
Ia menilai Pemprov DKI perlu memperbaiki tata kelola penanganan risiko bencana secara menyeluruh. Pohon rawan tumbang, saluran air tersumbat, dan sistem drainase yang buruk adalah masalah klasik yang tak boleh lagi ditunda,”
Lebih jauh, Kenneth juga meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan evaluasi kinerja terhadap dinas dan unit terkait, agar penanganan lingkungan dan drainase lebih efektif.
"Masalah banjir di Jakarta bukan hanya persoalan cuaca, tetapi cerminan lemahnya manajemen risiko dan tata kelola kota. Pak Gubernur Pramono Anung harus mampu melihat siapa yang benar-benar bekerja dan siapa yang tidak," kata dia.
Kenneth menambahkan, mitigasi bencana di Jakarta harus dilakukan secara sistematis, bukan reaktif. Selain proyek besar seperti normalisasi sungai, Pemprov DKI juga perlu memperhatikan langkah mikro seperti penataan kawasan padat penduduk, sistem resapan air di perumahan, serta edukasi warga untuk tidak membuang sampah ke saluran air.
"Pemerintah jangan hanya berpikir proyek besar saja. Hal-hal kecil seperti got tersumbat dan drainase rusak justru sering jadi penyebab utama genangan," katanya. (Ant/P-4)
CUACA ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat disertai angin kencang melanda Banyumas, Jawa Tengah pada Rabu (4/3) petang.
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, tercatat sedikitnya 16 titik kejadian pohon tumbang dan dampak angin kencang
KONDISI cuaca di sejumlah lokasi di Bali masih belum normal. Selain masih diliputi mendung dan hujan ringan juga berhembus angin cukup kencang hingga menumbangkan pohon.
SEJUMLAH wilayah di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, kembali terendam banjir seiring kondisi cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang melanda sejak beberapa waktu terakhir. T
Data yang dihimpun BPBD Kabupaten Badung hingga Selasa (24/2) pukul 09.00 Wita sejak Senin (23/2) pukul 18.00 Wita, menyebutkan ada 8 kejadian banjir di Kuta dan 1 di wilayah Kuta Selatan.
Angin puting beliung menerjang di sejumlah daerah seperti Pati, Kota dan Kabupaten Semarang menimbulkan kerusakan bangunan dan pohon tumbang.
BADAN Penanggulangan bencana daerah (BPBD) Jawa Timur melakukan i pengecekan kondisi peralatan Early Warning System (EWS) yang tersebar di berbagai daerah di Jatim
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BMKG menyepakati bahwa kemampuan lingkungan dalam merespons air hujan yang jatuh menjadi faktor penting terjadi atau tidak terjadinya banjir.
Jepang telah menjadikan geosains sebagai basis pengambilan keputusan tertinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved