Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRES Bogor berhasil mengungkap jaringan laboratorium narkoba yang terhubung antara Bogor, Jakarta, dan Tangerang Selatan. Dalam pengungkapan tersebut, sebanyak delapan tersangka berhasil ditangkap, yang mayoritas berusia dua puluhan.
Para tersangka, antara lain AF (20 tahun), pengangguran, FH (25 tahun), buruh harian lepas, HN (25 tahun), pengangguran, MI (25 tahun), pengangguran, AP (31 tahun), karyawan swasta, IS (22 tahun), wiraswastawan, BC (29 tahun), karyawan swasta, dan FA (24 tahun), pengangguran.
Wakapolres Bogor Komisaris Adhimas Sriyono Putra mengungkapkan bahwa para tersangka ditangkap di tiga lokasi berbeda, yakni di Bogor, Tangerang Selatan, dan Jakarta Selatan. Sejumlah barang bukti berhasil disita, termasuk narkotika jenis tembakau sintetis, sabu, dan bahan-bahan produksi lainnya.
Baca juga : Polri Musnahkan Barang Bukti Laboratorium Narkoba di Bali
Kronologis pengungkapan bermula dari penangkapan AF pada tanggal 9 Juni lalu di Kampung Cibeureum, Bogor. Tim berhasil mengembangkan kasus tersebut dan menangkap beberapa tersangka lainnya di tempat-tempat yang berbeda.
Para tersangka memiliki peran yang berbeda-beda dalam jaringan tersebut. Mereka diduga terlibat dalam produksi, penyediaan bahan baku, distribusi, dan pengendalian jaringan narkoba tersebut.
Selama empat bulan, para tersangka berhasil memproduksi sekitar 2 kilogram bibit sintetis dengan estimasi harga jual sebesar Rp 4 miliar. Dari pengungkapan ini, diperkirakan sekitar 5.800 jiwa berhasil diselamatkan dari penyalahgunaan narkotika.
Para tersangka dijerat dengan berbagai pasal yang mengancam hukuman pidana, sesuai dengan Undang-Undang Narkotika. Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Bogor, Ajun Komisaris Nur Istiono, menjelaskan bahwa para tersangka merupakan bagian dari jaringan yang terhubung antara Bogor, Tangerang Selatan, dan Jakarta Selatan. (Z-10)
Mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro diduga terima uang keamanan dari bandar narkoba Koko Erwin.
Bareskrim Polri ringkus Koko Erwin, bandar narkoba pemasok uang eks Kapolres Bima, saat nyaris kabur ke Malaysia via jalur laut ilegal di Tanjung Balai.
Banding Wiz Khalifa ditolak pengadilan Rumania. Rapper AS ini tetap dijatuhi vonis 9 bulan penjara akibat konsumsi ganja saat konser di festival Beach, Please! 2024.
Dua puluh tujuh personel keamanan Meksiko tewas dalam serangan balasan kartel menyusul kematian El Mencho. Presiden Sheinbaum kerahkan pasukan tambahan ke Jalisco
Di tingkat jajaran, narkoba yang telah dimusnahkan mencapai 37,5 kilogram, sedangkan dari Ditresnarkoba Polda Jateng sebanyak 4,93 kilogram.
Penangkapan ABK asal Medan, Sumatra Utara, Fandi Ramadhan, tidak otomatis menuntaskan perkara.
CEO Sagha Group Hanta Yuda Rasyid menyalurkan 15.000 santunan bagi dhuafa, ojek online, disabilitas, hingga pekerja informal di Jabodetabek selama Ramadan 1447.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merubah sistem penilaian baru dalam program penghargaan Adipura.
Cek jadwal imsakiyah Jawa Barat Rabu 18 Februari 2026: Imsak pukul 04.30 WIB, Subuh 04.40 WIB, Magrib 18.15 WIB. Persiapkan sahur dan buka puasa dengan tepat.
Dampak terparah terjadi di Kampung Babakan Cicarewed, Desa Cijayanti.
INDONESIA kembali kehilangan salah satu sosok teladan moral bangsa. Meriyati Roeslani Hoegeng, yang akrab disapa Eyang Meri Hoegeng Imam Santoso, istri dari mendiang Kapolri Jendral Hoengeng
Ia menyebut fenomena fear of missing out (FOMO) mendorong investor ramai-ramai masuk ke saham yang likuiditas dan fundamentalnya terbatas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved