Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Banjir Bandang Terjang Babakan Madang, 144 Rumah Terdampak dan Jalur RI 1 Sempat Terendam

Dede Susianti
12/2/2026 14:31
Banjir Bandang Terjang Babakan Madang, 144 Rumah Terdampak dan Jalur RI 1 Sempat Terendam
Warga membersihkan lumpur sisa banjir di kawasan Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat .(MI/Dede Susianti)

HUJAN deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor mengakibatkan banjir bandang di kawasan Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kamis (12/2). Selain merendam jalur akses yang biasa dilalui Presiden RI, bencana ini menyebabkan sedikitnya 144 rumah warga terdampak dan satu unit mobil terseret arus.

Banjir bandang dilaporkan melanda dua desa, yakni Desa Cijayanti dan Desa Bojong Koneng. Di Desa Bojong Koneng, luapan air sungai menggenangi Jalan Cijayanti yang merupakan akses utama menuju kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto, tepatnya di depan Perumahan Sanctuary.

Staf Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jalaludin, menyatakan pihaknya menerima laporan pukul 16.30 WIB. Saat tim tiba di lokasi, ketinggian air di permukiman warga bervariasi antara 1,5 hingga 2 meter.

"Penanganan langsung dilakukan dengan berkoordinasi bersama Damkar, PUPR, serta pemerintah kecamatan dan desa setempat. Langkah pertama adalah evakuasi dan pembersihan fasilitas umum seperti jalan," ujar Jalaludin di lokasi kejadian.

Kerusakan Berat dan Kesaksian Warga
Dampak terparah terjadi di Kampung Babakan Cicarewed, Desa Cijayanti. Berdasarkan data BPBD, tercatat 144 rumah terdampak di wilayah RW 01 (RT 01, 02, 03, 04, dan 05), dengan delapan rumah di antaranya mengalami kerusakan fisik yang cukup berat.

Salah satu warga, Diah, menceritakan detik-detik air bah menjebol dinding dapur rumahnya.

"Jam 4 sore, saya lagi beres-beres, mau goreng bawang. Gak ketahuan, bluur gitu langsung. Saya keingetan dan langsung cari uang dicengcelengan (celengan) takut kerendam. Hasil jualan dikumpulin, tapi hilang. Airnya kenceng banget," tutur Diah.

Ia mengaku ini bukan pertama kalinya wilayah tersebut dilanda banjir, namun kali ini adalah yang terparah. Diah berharap pemerintah segera memberikan bantuan perbaikan rumah karena saat ini ia terpaksa mengungsi.

Penanganan dan Logistik
Selain permukiman, derasnya arus air di jalur utama sempat menyeret sebuah mobil yang sedang terparkir. Beruntung, kendaraan dalam kondisi kosong sehingga tidak ada korban jiwa, meski mobil mengalami kerusakan parah.

Terkait bantuan, Jalaludin menjelaskan bahwa bagi 136 KK yang terdampak non-kerusakan fisik, bantuan logistik telah mulai disalurkan.

"Bantuan yang diberikan yakni pemenuhan kebutuhan logistik, seperti sembako, alat mandi, pakaian, air bersih dan air minum serta matras dan selimut," katanya.

Mengenai warga yang rumahnya rusak, BPBD masih berkoordinasi dengan instansi terkait. "Untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak terkait, karena mereka ingin rumahnya diperbaiki dan kembali tinggal di rumahnya. Tapi saat ini mereka ke rumah saudaranya," pungkas Jalaludin. (DD/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya