Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) digegerkan penemuan mayat laki-laki paruh umur dalam kondisi membusuk di kontrakan. Saat ditemukan posisi jasad pria yang diketahui sebagai driver ojek online (driver ojol) itu terlentang menghadap pintu dan di sisinya ada surat wasiat.
Kepala Humas Polres Metropolitan Kota Depok Inspektur I Made Budi mengatakan korban berinisial HT berusia 50 tahun itu telah cukup lama berprofesi sebagai pengemudi ojek online atau ojol.
Mayat ditemukan meninggal di kontrakan RT 00 4, RW 10, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Sebab-sebab meninggal masih diusut. Namun kuat dugaan korban meninggal karena sakit.
Baca juga : Kajol Ganjar Gelar Aksi Bagi Sembako Murah di Depok
"Masih diselidiki, apakah meninggal akibat sakit tunggu hasil autopsi dulu, sekarang jenazah masih di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Bogor," kata Made ketika dihubungi Rabu (24/4) siang.
Tetapi Made mengatakan dari keterangan tetangga setempat, diketahui korban memiliki riwayat penyakit diabetes. Korban sakit diabetes, karena di kontrakan tempatnya tinggal ditemukan jenis obat-obatan diabetes.
Sebelum ditemukan tidak bernyawa, korban juga sempat menulis surat jika dirinya frustasi akibat diabetesnya tak sembuh-sembuh.
Baca juga : Segera Reedem dan Mabar! Ini Dia Gift Code Ojol The Game 13 april 2024
"Korban memiliki riwayat penyakit diabetes. Korban sempat menulis surat tentang sakitnya sebelum meninggal dan korban diduga mengalami depresi atas penyakit yang dideritanya itu," ungkap Made.
Lebih lanjut, Made mengatakan jenazah korban lagi di RS Bhayangkara Bogor untuk kepentingan autopsi. Saat korban ditemukan tewas, kata Made lagi, tidak ada barang-barang korban yang hilang.
"Tak ada barang hilang, motor yang digunakan oleh korban mencari nafkah ada terparkir," ucap Made.
Baca juga : Anggota DPR RI Putih Sari Minta Kemenaker Segera Buat Aturan THR Driver Ojol
Peristiwa meninggalnya korban terjadi pada Selasa (23/4) pukul 14.00 WIB. Mulanya, saksi berinisial MD, 21, pulang kuliah mencium bau tidak sedap yang berasal dari kontrakan sebelahnya.
"Saksi menghubungi tetangga kontrakan yang lainnya untuk mengecek kontrakan korban. Kemudian tetangga tersebut melaporkan kepada pemilik kontrakan saudara SA, yang diteruskan menghubungi pihak kepolisian," ujar Made.
Bersama warga, kemudian polisi mengecek korban yang ternyata sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Baca juga : Caleg Stres yang Gagal di Pemilu 2024 di Depok Terus Bertambah
"Menurut keterangan saksi pemilik kontrakan SA, korban sudah menetap kurang lebih 3 bulan sejak bulan Februari. Korban bekerja sebagai driver ojek online," kata Made menjelaskan.
Dihubungi terpisah, Ketua RW 10, Wagiman, mengatakan pria tersebut sudah sekitar 2,5 bulan mengontrak di RT 004 RW 10. “Ditemukan sudah meninggal dunia, diperkirakan mungkin sudah 3 atau 4 hari. Karena jasad sudah membengkak, dan sudah mengeluarkan aroma tak sedap,” ucapnya.
Wagiman menjelaskan korban yang berprofesi sebagai pengemudi ojol ini memang tinggal sendirian di kontrakan. Orangnya sedikit tertutup.
“Korban selama ini tidak didampingi istri dan anak. Memang beliau mengontrak sendirian,” ucap Wagiman.
(Z-9)
Uji klinis terbaru menunjukkan terapi bertenaga DMT, zat aktif dalam ayahuasca,memberikan efek antidepresan cepat dan bertahan hingga 6 bulan bagi pasien depresi berat.
Riset James Cook University mengungkap olahraga efektif mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Temukan jenis latihan dan intensitas yang tepat untuk kesehatan mental.
Individu yang menggunakan chatbot AI setiap hari memiliki risiko sekitar 30% lebih tinggi mengalami depresi tingkat sedang atau lebih berat.
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di jagat maya menjadi pemicu utama kecemasan masyarakat saat ini.
Sifatnya yang non-invasif, tanpa obat, tanpa efek ketergantungan, dan tanpa downtime menjadi keunggulan terbesar Exomind.
Kepemilikan ponsel pintar pada remaja awal dikaitkan dengan faktor risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved