Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
STRES, kecemasan, dan depresi telah menjadi masalah kesehatan yang kian mendesak di tengah gaya hidup perkotaan yang serba cepat. Menyadari hal ini, berbagai inovasi perawatan mental terus dikembangkan.
Salah satu yang terbaru dan menarik perhatian adalah Exomind, sebuah teknologi stimulasi otak non-invasif yang baru saja diluncurkan Superb Clinic di Jakarta.
Peluncuran Exomind menandai era baru dalam perawatan mental wellness di Indonesia. Teknologi ini berakar dari ExoTMS, versi termutakhir dari Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) yang telah digunakan sejak tahun 1970-an untuk menangani depresi berat dan gangguan obsesif.
Namun, tidak seperti metode lama yang sering terasa menyakitkan, Exomind menawarkan proses yang jauh lebih lembut, nyaman, dan aman tanpa memerlukan obat atau jarum.
Exomind bekerja dengan menstimulasi gelombang otak pada area alpha dan delta, fase yang sangat penting dalam proses relaksasi, tidur nyenyak (deep sleep), dan stabilisasi mood.
Dokter Heru Gumay, MM, Cht, dari Superb Clinic, menjelaskan mekanisme teknisnya.
“Secara teknis, alat ditempelkan di area otak kiri, yaitu wilayah yang berhubungan dengan daya ingat, ketajaman berpikir, dan kemampuan merespons tekanan. Dalam satu sesi berdurasi sekitar 25 menit, pasien akan merasakan gelombang stimulasi ringan yang bertahap meningkat tanpa rasa sakit," ujar Heru.
Banyak pengguna merasakan kenyamanan luar biasa selama proses ini. Dokter Danu Mahandaru, Sp.BP-RE, turut berbagi pengalamannya setelah mencoba Exomind usai perjalanan panjang:
“Di tengah sesi tersebut saya sempat tertidur selama beberapa menit, walaupun sebentar tapi saya bangun dengan mood yang lebih cerah. Saya merasa mood membaik dan energi kembali,” kata Danu.
Keunggulan utama Exomind terletak pada kemampuannya membantu mengatasi berbagai gangguan mental, mulai dari depresi, kecemasan, overthinking, binge eating, insomnia, hingga mood swing. Metode ini memberikan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan pemulihan tanpa stigma.
Dokter Yunita Iskandar menambahkan bahwa kelompok usia muda (Gen Z) yang sering menghadapi perubahan emosi, serta perempuan premenopause yang mengalami perubahan hormonal, dapat merasakan manfaat besar dari sesi singkat 30 menit.
Data klinis memperkuat klaim efektivitas teknologi ini. Hasil penelitian menunjukkan:
Sifatnya yang non-invasif, tanpa obat, tanpa efek ketergantungan, dan tanpa downtime menjadi keunggulan terbesar Exomind.
Pasien cukup menjalani sesi kurang dari 30 menit. Untuk hasil optimal, pengulangan sesi disarankan dua kali seminggu selama tiga minggu pada fase awal terapi.
Pendekatan seperti Exomind ini menegaskan bahwa kesehatan mental kini mendapatkan posisi sentral dalam industri wellness, menawarkan cara baru yang nyaman dan mudah diakses untuk pulih dari tekanan hidup modern. (Z-1)
Pelajari ciri-ciri stres fisik, psikologis, dan perilaku serta cara efektif menanggulanginya melalui koping proaktif, mindfulness, olahraga, dan intervensi sosial.
Stres menjadi WNI adalah fenomena yang dapat dialami oleh seseorang karena berbagai faktor, tidak semua orang juga mengalaminya.
Cara seseorang merespons tekanan mental sangat menentukan apakah mereka akan terjatuh ke dalam jerat kecanduan atau tidak.
MASALAH finansial yang memicu stres ternyata dapat merusak kesehatan jantung. Hal itu diungkapkan dalam studi yang dirilis oleh Mayo Clinic Proceedings.
Stres sebenarnya tidak selalu membawa dampak negatif. Dalam kadar tertentu, stres justru diperlukan untuk menjaga performa kerja agar tetap optimal.
Banyak pekerja tetap memaksakan diri menjalani aktivitas normal meski kondisi tubuh dan pikiran mereka sebenarnya sudah berada di bawah tekanan hebat.
Uji klinis terbaru menunjukkan terapi bertenaga DMT, zat aktif dalam ayahuasca,memberikan efek antidepresan cepat dan bertahan hingga 6 bulan bagi pasien depresi berat.
Riset James Cook University mengungkap olahraga efektif mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Temukan jenis latihan dan intensitas yang tepat untuk kesehatan mental.
Individu yang menggunakan chatbot AI setiap hari memiliki risiko sekitar 30% lebih tinggi mengalami depresi tingkat sedang atau lebih berat.
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di jagat maya menjadi pemicu utama kecemasan masyarakat saat ini.
Kepemilikan ponsel pintar pada remaja awal dikaitkan dengan faktor risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved