Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
STRES, kecemasan, dan depresi telah menjadi masalah kesehatan yang kian mendesak di tengah gaya hidup perkotaan yang serba cepat. Menyadari hal ini, berbagai inovasi perawatan mental terus dikembangkan.
Salah satu yang terbaru dan menarik perhatian adalah Exomind, sebuah teknologi stimulasi otak non-invasif yang baru saja diluncurkan Superb Clinic di Jakarta.
Peluncuran Exomind menandai era baru dalam perawatan mental wellness di Indonesia. Teknologi ini berakar dari ExoTMS, versi termutakhir dari Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) yang telah digunakan sejak tahun 1970-an untuk menangani depresi berat dan gangguan obsesif.
Namun, tidak seperti metode lama yang sering terasa menyakitkan, Exomind menawarkan proses yang jauh lebih lembut, nyaman, dan aman tanpa memerlukan obat atau jarum.
Exomind bekerja dengan menstimulasi gelombang otak pada area alpha dan delta, fase yang sangat penting dalam proses relaksasi, tidur nyenyak (deep sleep), dan stabilisasi mood.
Dokter Heru Gumay, MM, Cht, dari Superb Clinic, menjelaskan mekanisme teknisnya.
“Secara teknis, alat ditempelkan di area otak kiri, yaitu wilayah yang berhubungan dengan daya ingat, ketajaman berpikir, dan kemampuan merespons tekanan. Dalam satu sesi berdurasi sekitar 25 menit, pasien akan merasakan gelombang stimulasi ringan yang bertahap meningkat tanpa rasa sakit," ujar Heru.
Banyak pengguna merasakan kenyamanan luar biasa selama proses ini. Dokter Danu Mahandaru, Sp.BP-RE, turut berbagi pengalamannya setelah mencoba Exomind usai perjalanan panjang:
“Di tengah sesi tersebut saya sempat tertidur selama beberapa menit, walaupun sebentar tapi saya bangun dengan mood yang lebih cerah. Saya merasa mood membaik dan energi kembali,” kata Danu.
Keunggulan utama Exomind terletak pada kemampuannya membantu mengatasi berbagai gangguan mental, mulai dari depresi, kecemasan, overthinking, binge eating, insomnia, hingga mood swing. Metode ini memberikan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan pemulihan tanpa stigma.
Dokter Yunita Iskandar menambahkan bahwa kelompok usia muda (Gen Z) yang sering menghadapi perubahan emosi, serta perempuan premenopause yang mengalami perubahan hormonal, dapat merasakan manfaat besar dari sesi singkat 30 menit.
Data klinis memperkuat klaim efektivitas teknologi ini. Hasil penelitian menunjukkan:
Sifatnya yang non-invasif, tanpa obat, tanpa efek ketergantungan, dan tanpa downtime menjadi keunggulan terbesar Exomind.
Pasien cukup menjalani sesi kurang dari 30 menit. Untuk hasil optimal, pengulangan sesi disarankan dua kali seminggu selama tiga minggu pada fase awal terapi.
Pendekatan seperti Exomind ini menegaskan bahwa kesehatan mental kini mendapatkan posisi sentral dalam industri wellness, menawarkan cara baru yang nyaman dan mudah diakses untuk pulih dari tekanan hidup modern. (Z-1)
MASALAH finansial yang memicu stres ternyata dapat merusak kesehatan jantung. Hal itu diungkapkan dalam studi yang dirilis oleh Mayo Clinic Proceedings.
Stres sebenarnya tidak selalu membawa dampak negatif. Dalam kadar tertentu, stres justru diperlukan untuk menjaga performa kerja agar tetap optimal.
Banyak pekerja tetap memaksakan diri menjalani aktivitas normal meski kondisi tubuh dan pikiran mereka sebenarnya sudah berada di bawah tekanan hebat.
Paparan berulang terhadap konten bencana, baik berupa gambar, video, maupun narasi emosional, dapat memicu respon stres yang serupa dengan mereka yang mengalami peristiwa tersebut.
Berikut 12 makanan yang dapat membantu meredakan sakit kepala secara alami, yang umumnya direkomendasikan dokter dan ahli gizi karena kandungan nutrisinya
Sekitar 85,1% responden mengaitkan stres dengan kesulitan dalam kesehatan usus, sementara kebiasaan makan yang tidak teratur juga turut memperburuk kondisi.
Individu yang menggunakan chatbot AI setiap hari memiliki risiko sekitar 30% lebih tinggi mengalami depresi tingkat sedang atau lebih berat.
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di jagat maya menjadi pemicu utama kecemasan masyarakat saat ini.
Kepemilikan ponsel pintar pada remaja awal dikaitkan dengan faktor risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Kesehatan mental pelajar semakin memprihatinkan. Data CDC dan WHO menunjukkan tingginya depresi, pikiran bunuh diri, dan kasus bullying pada remaja di sekolah.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga melakukan edukasi dan workshop kesehatan mental di sekolah-sekolah dan komunitas, serta penguatan tenaga psikolog klinis di puskesmas kecamatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved