Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Olahraga Terbukti Setara Obat dan Terapi dalam Mengatasi Depresi serta Kecemasan

Thalatie K Yani
13/2/2026 12:00
Olahraga Terbukti Setara Obat dan Terapi dalam Mengatasi Depresi serta Kecemasan
Ilustrasi(freepik)

AKTIVITAS fisik ternyata bukan sekadar cara untuk membentuk otot atau membakar kalori. Sebuah tinjauan ilmiah berskala besar dari James Cook University mengonfirmasi olahraga memiliki kekuatan untuk mengubah kimia otak dan memperbaiki kesehatan mental secara signifikan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine ini melakukan "meta-meta analisis" terhadap 63 tinjauan besar yang mencakup 1.079 uji coba terkontrol secara acak dengan total 79.551 partisipan. Skala penelitian yang masif ini memberikan tingkat kepercayaan tinggi terhadap hasilnya.

Efektivitas Nyata untuk Depresi dan Kecemasan

Data statistik menunjukkan olahraga memberikan dampak nyata pada penurunan gejala gangguan mental. Untuk depresi, ukuran efek rata-rata mencapai -0,61, sementara untuk kecemasan mencapai -0,47.

Dampak positif ini terlihat di semua kelompok umur, mulai dari remaja hingga lansia. Namun, efek terkuat ditemukan pada kelompok dewasa muda berusia 18 hingga 30 tahun serta wanita pascapersalinan (postnatal). Mengingat periode tersebut rentan terhadap risiko gangguan suasana hati, olahraga muncul sebagai alat pendukung dini yang sangat kuat.

Jenis Olahraga Terbaik: Aerobik vs Yoga

Aktivitas aerobik seperti lari, jalan cepat, bersepeda, dan berenang mencatat dampak terbesar, terutama bagi penderita depresi dengan ukuran efek mencapai -0,81. Meski demikian, latihan beban (resistensi) serta praktik pikiran-tubuh seperti yoga dan tai chi juga terbukti efektif.

Satu temuan menarik adalah pentingnya aspek sosial. Sesi olahraga berkelompok atau yang dipandu oleh instruktur menunjukkan hasil lebih baik dibandingkan latihan mandiri. Dukungan sosial, tujuan bersama, dan dorongan semangat dari sesama peserta diduga kuat menjadi faktor pemicu motivasi dan rasa memiliki yang membantu proses pemulihan.

Mengatur Intensitas Sesuai Kebutuhan

Penelitian ini mengungkapkan rancangan program olahraga harus disesuaikan dengan tujuan kesehatan mental yang spesifik:

  • Untuk Depresi: Sesi dengan intensitas sedang dengan durasi program lebih dari 24 minggu menunjukkan penurunan gejala yang paling signifikan.
  • Untuk Kecemasan: Latihan dengan intensitas lebih rendah justru bekerja lebih baik. Program durasi pendek (hingga 8 minggu) memberikan dampak yang kuat dibandingkan program jangka panjang.

Mengapa Gerakan Bisa Menyembuhkan?

Olahraga bekerja melalui jalur kognitif dan neurobiologis. Aktivitas fisik meningkatkan pertumbuhan neurotrofin otak yang mendukung kelangsungan hidup sel otak dan melindungi dari kerusakan saraf.

Selain itu, kualitas tidur yang lebih baik, kesehatan kardiovaskular, dan meningkatnya kepercayaan diri turut berkontribusi pada stabilitas emosional. Saat dibandingkan dengan pengobatan medis dan psikoterapi, olahraga menunjukkan efektivitas yang setara.

"Hal ini tidak berarti pengobatan atau terapi harus dihentikan. Sebaliknya, bukti menunjukkan olahraga layak mendapatkan tingkat kepentingan yang sama sebagai bagian dari rencana perawatan," tulis para peneliti dalam laporannya.

Mengingat akses terhadap terapi dan obat-obatan sering kali terbatas, olahraga hadir sebagai solusi terjangkau dengan manfaat tambahan bagi kesehatan fisik secara menyeluruh. (Earth/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya