Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ERA digital tidak hanya membawa kemudahan komunikasi, tetapi juga tantangan nyata bagi kesehatan mental. Paparan konten media sosial yang masif kini dikaitkan erat dengan meningkatnya gangguan psikologis, mulai dari kecanduan hingga penuaan dini akibat stres digital.
Dokter perawatan antipenuaan sekaligus kreator konten kesehatan, dr. Clarin Hayes, M.Biomed (AAM), mengungkapkan bahwa fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di jagat maya menjadi pemicu utama kecemasan masyarakat saat ini.
"Studi juga menunjukkan media sosial meningkatkan angka kecemasan, depresi dan rasa kesepian," ujar Clarin dalam acara Temu Nasional Pegiat Literasi Digital 2025 di Jakarta Selatan, Selasa (16/12).
Clarin menyoroti bahwa hubungan daring tidak bisa menjadi substitusi sempurna bagi interaksi tatap muka. Komunikasi digital cenderung bersifat dangkal sehingga gagal membangun ikatan emosional sekuat pertemuan langsung.
Selain masalah emosional, derasnya informasi yang masuk secara terus-menerus dapat memicu cognitive overload. Kondisi ini mengakibatkan seseorang mengalami gangguan fokus, mudah terdistraksi, dan kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.
Lebih jauh, ia memperingatkan adanya risiko stres digital kronis. Secara ilmiah, stres yang berkepanjangan terbukti mampu mempercepat proses penuaan dan menurunkan kualitas kesehatan fisik secara keseluruhan.
Untuk membentengi diri dari dampak negatif tersebut, dr. Clarin membagikan empat kiat praktis yang bisa diterapkan sehari-hari:
Sebagai penutup, dr. Clarin menekankan bahwa kesehatan digital adalah investasi jangka panjang bagi kualitas hidup seseorang.
“Jadi kesehatan digital itu penting karena itu mempengaruhi emosi dan kesehatan mental kita dan kesehatan mental ini mempengaruhi panjang usia kita,” pungkasnya. (Ant/Z-1)
FOMO (fear of missing out) akan kecerdasan buatan kini semakin nyata.
Keberhasilan dalam berinvestasi sangat bergantung pada pemahaman investor terhadap produk atau instrumen yang dipilih.
Tidak semua informasi di media sosial itu penting, sebab informasi penting tetap akan diterima meski tidak selalu terhubung gawai.
FOMO membuat seseorang merasa harus terus ikut dan terlibat agar tidak merasa tersisih atau kehilangan kesempatan.
Warganet dengan indikasi FOMO dengan mudah mengeluarkan uang untuk mencoba gaya hidup baru atau mengonsumi barang-barang keluaran terkini, tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan pribadi.
Kolin merupakan nutrisi esensial yang berperan langsung dalam pengaturan suasana hati, daya pikir, dan emosi.
Kafein dalam dosis tinggi dapat merangsang sistem saraf simpatis, yang berdampak pada meningkatnya detak jantung serta munculnya rasa gelisah
Psikolog klinis Phoebe Ramadina membagikan langkah-langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk membantu seseorang yang mengalami stres akibat bencana.
Fenomena “kupu-kupu” di perut saat gugup ternyata berkaitan erat dengan sumbu otak-usus. Begini penjelasan ilmiah para ahli.
Anxiety disorder adalah salah satu kondisi terkait kesehatan mental yang paling sering terjadi. Kecemasan yang dirasakan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved