Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
KOPI kini tak lagi diasosiasikan sebagai minuman penghilang kantuk, tetapi juga simbol gaya hidup terutama di kalangan generasi muda yang gemar menghabiskan waktu di kedai kopi untuk bersantai atau bersosialisasi. Namun, perlu hati-hati, kebiasaan mengonsumsi kopi secara berlebihan ternyata dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan, khususnya pada sistem saraf.
Dokter spesialis saraf, dr. Kevin Mulya S, Sp.N-FMIN, yang saat ini berpraktik di RS EMC Alam Sutera, mengungkapkan asupan kafein berlebih berpotensi memperparah kondisi kecemasan. Tak hanya itu, konsumsi yang tidak terkontrol juga dapat memicu sakit kepala dan menimbulkan ketergantungan.
Kevin menjelaskan, kafein bekerja dengan meningkatkan kesiapan tubuh. Pada individu yang memiliki kecenderungan cemas, efek ini justru bisa memperkuat respons kecemasan tersebut.
“Jadi orang yang dengan bakat kecemasan, minum kafein itu justru hati-hati karena dia membuat responnya lebih fight, dia lebih siap. Kecemasan lebih tinggi, maka mereka harus mengurangi,” katanya seperti dikutip dari situs Antara, Jumat (19/12).
Ia menambahkan, konsumsi kopi yang dianjurkan sebenarnya hanya berkisar satu hingga dua cangkir per hari. Sayangnya, tidak sedikit orang yang tanpa sadar mengonsumsi kopi dalam jumlah jauh lebih banyak, bahkan mencapai lima hingga sepuluh cangkir sehari.
Menurut Kevin, kafein dalam dosis tinggi dapat merangsang sistem saraf simpatis, yang berdampak pada meningkatnya detak jantung serta munculnya rasa gelisah. Kondisi ini membuat individu dengan kerentanan gangguan kecemasan menjadi lebih mudah mengalami perburukan gejala.
Lebih lanjut, dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 2014 itu mengingatkan agar penghentian konsumsi kafein, khususnya pada peminum berat, tidak dilakukan secara tiba-tiba. Penghentian mendadak dapat memicu gejala putus kafein seperti sakit kepala, kelelahan, sulit fokus, hingga perubahan suasana hati. Pengurangan konsumsi sebaiknya dilakukan secara bertahap.(M-2)
Studi Harvard selama 43 tahun ungkap rutin minum 2-3 cangkir kopi atau teh sehari dapat kurangi risiko demensia dan melindungi fungsi otak dari kerusakan sel.
Ahli gizi, Tan Shot Yen peringatkan bahaya minum kopi saat sahur. Kenali efek diuretik yang picu dehidrasi dan cara tepat cegah kantuk saat berpuasa.
Peneliti Karolinska Institutet mengungkap kaitan genetik antara kadar kafein dalam darah dengan risiko diabetes tipe 2 dan penurunan lemak tubuh.
Indonesia resmi jadi negara dengan kedai kopi terbanyak di dunia. Hampir 462 ribu coffee shop tumbuh dari budaya nongkrong, UMKM, dan ekosistem digital.
Matcha dikenal luas sebagai minuman sehat yang kaya antioksidan, mampu meningkatkan energi, serta membantu fokus.
Menginjak usia 36 tahun, aktor dan komika Kemal Palevi mulai memprioritaskan gaya hidup sehat, terutama dalam memilih asupan kafein.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved