Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kekurangan Kolin pada Otak Picu Gangguan Kecemasan, Ahli Sarankan Konsumsi Produk Peternakan

Basuki Eka Purnama
31/12/2025 15:38
Kekurangan Kolin pada Otak Picu Gangguan Kecemasan, Ahli Sarankan Konsumsi Produk Peternakan
Ilustrasi(Freepik)

GAYA hidup modern yang penuh tekanan sering kali dikaitkan dengan meningkatnya masalah kesehatan mental. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa fenomena ini tidak hanya disebabkan oleh faktor lingkungan, melainkan berkaitan erat dengan ketidakseimbangan nutrisi di dalam otak, khususnya kekurangan zat kolin.

Guru Besar bidang Genetika dan Pemuliaan Ternak Fakultas Peternakan IPB, Prof Ronny Rachman Noor, mengungkapkan bahwa tim peneliti dari University of California Davis menemukan korelasi kuat antara rendahnya kadar kolin dengan munculnya gangguan kecemasan

Kolin merupakan nutrisi esensial yang berperan langsung dalam pengaturan suasana hati, daya pikir, dan emosi.

"Orang dengan gangguan kecemasan secara konsisten menunjukkan kadar kolin yang lebih rendah di wilayah otak utama yang mengatur pemikiran dan emosi," tulis Prof Ronny. 

MI/HO--Guru Besar bidang Genetika dan Pemuliaan Ternak Fakultas Peternakan IPB, Prof Ronny Rachman Noor

Perbedaan biokimia ini menjelaskan mengapa otak sebagian orang bereaksi lebih intens terhadap stres dibandingkan yang lain.

Kebutuhan Otak yang Meningkat

Kolin memegang peranan vital dalam menjaga kesehatan sel dan memori. Namun, tantangan gaya hidup modern justru memicu peningkatan kebutuhan otak akan nutrisi ini. 

Stres yang berkepanjangan dapat menguras level nutrisi otak secara signifikan, terutama pada bagian yang bertanggung jawab merespons tekanan.

Meskipun tubuh manusia dapat memproduksi kolin secara alami, jumlahnya sangat terbatas. Oleh karena itu, asupan dari makanan menjadi satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhan harian. 

Di sinilah peran produk peternakan menjadi krusial. Susu, daging, dan telur diidentifikasi sebagai sumber kolin utama yang paling mudah diserap oleh tubuh.

Telur sebagai Solusi Terjangkau

Dalam upaya perbaikan gizi masyarakat, Prof Ronny menyoroti pentingnya mengonsumsi produk peternakan yang terjangkau. Ia memberikan contoh telur sebagai sumber kolin yang sangat handal.

"Sebagai contoh, telur dapat diandalkan sebagai sumber kolin karena tidak saja mengandung kolin yang tinggi namun juga merupakan sumber omega 3," jelasnya. 

Selain itu, produk peternakan juga mengandung vitamin B12 dan vitamin D yang sangat dibutuhkan untuk menunjang kesehatan saraf secara keseluruhan.

Fenomena yang Kompleks

Meski nutrisi memegang peranan penting, Prof. Ronny mengingatkan bahwa gangguan kecemasan adalah fenomena yang kompleks. Penurunan kadar kolin di otak bukan hanya akibat defisiensi makanan semata, tetapi juga melibatkan proses metabolisme yang rumit di dalam otak.

Ia menekankan bahwa kecemasan seseorang turut ditentukan oleh kombinasi faktor genetik, pengalaman hidup, serta keseimbangan kimia otak. Namun, memastikan diet yang kaya akan kolin melalui konsumsi susu, daging, dan telur tetap menjadi langkah esensial untuk menjaga ketahanan otak dari sinyal stres kimiawi yang merugikan. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya