Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
INOVASI dalam dunia kesehatan mental kembali menunjukkan titik terang. Para dokter melaporkan penderita gangguan depresi mayor dapat mengalami perbaikan kondisi yang cepat dan bertahan lama hanya dengan satu dosis zat psikadelik dimethyltryptamine (DMT) yang dikombinasikan dengan psikoterapi.
Sebuah uji klinis skala kecil yang melibatkan 34 orang menemukan terapi berbantuan psikadelik ini memicu pengurangan gejala depresi secara instan. Menariknya, efek positif tersebut tetap bertahan jauh setelah pengaruh obat hilang, bahkan beberapa pasien masih merasakan manfaatnya hingga enam bulan kemudian.
"Ada efek antidepresan langsung yang bertahan secara signifikan selama periode tiga bulan, dan itu menggembirakan karena ini hanya satu sesi dengan obat, yang ditanamkan dalam dukungan psikologis," kata Dr. David Erritzoe, psikiater di Imperial College London sekaligus penyelidik utama dalam uji coba tersebut.
Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine ini menjadi angin segar bagi sekitar 100 juta orang di seluruh dunia yang menderita depresi resisten pengobatan. Kondisi di mana pasien tidak merespons setidaknya dua jenis obat antidepresan konvensional.
DMT sendiri merupakan zat aktif yang ditemukan dalam ramuan ayahuasca, yang secara tradisional digunakan dalam ritual adat di Amerika Selatan. Zat ini dikenal mampu menginduksi pengalaman halusinasi yang kuat, mengubah persepsi waktu dan ruang, hingga memberikan pengalaman spiritual yang mendalam.
Dalam uji coba tersebut, separuh peserta menerima dosis 21.5mg DMT melalui infus selama 10 menit, sementara separuh lainnya menerima plasebo. Keduanya tetap didampingi dengan sesi psikoterapi. Hasilnya, kelompok DMT menunjukkan peningkatan skor kesehatan mental yang jauh lebih signifikan dibandingkan kelompok plasebo.
Para peneliti meyakini bahwa zat psikadelik bekerja dengan cara membantu pasien memutus pola pikir negatif yang sudah berakar kuat. Dr. Erritzoe mengibaratkan efek ini seperti mengocok salju di pegunungan yang penuh gundukan dan lembah.
"Anda mendistribusikan kembali salju sehingga lebih mudah untuk mengambil jalur baru, dan pada saat yang sama menjadi lebih mudah untuk mengambil rute baru karena lanskapnya telah diratakan," jelasnya.
Dibandingkan dengan psilocybin (zat aktif jamur tahi sapi), DMT menawarkan sesi "perjalanan" halusinasi yang lebih singkat namun lebih intens, sekitar 25 menit dibandingkan beberapa jam pada psilocybin. Durasi yang pendek ini dinilai dapat memudahkan klinik dalam memberikan layanan terapi di masa depan.
Meski menunjukkan potensi besar, para ahli menekankan pentingnya pengawasan ketat dan etika dalam penerapan terapi ini guna menghindari risiko keamanan bagi pasien di tengah dorongan komersialisasi klinik swasta. (The Guardian/Z-2)
Para ilmuwan di UCL sedang menguji DMT, bahan aktif dalam ramuan psikedelik tradisional ayahuasca, sebagai pendekatan baru untuk mengurangi konsumsi alkohol bermasalah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved