Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH dosen dari Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, menciptakan sebuah aplikasi bernama De-Stres yang bisa mendeteksi secara dini gangguan jiwa pada diri seseorang. Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis melalui platform Google Store di Android.
Aplikasi De-Stres berfungsi untuk memonitor tingkat stres seseorang secara berkala. Dengan demikian, pengguna bisa mengetahui apakah dirinya berada pada kondisi stres atau tidak?
"Ini bertujuan untuk mencegah stres yang berkepanjangan. Sebab, stres berkepanjangan akan dapat menimbulkan depresi. Aplikasi berbasis Android ini bisa digunakan mahasiswa ataupun masyarakat luas untuk mendeteksi tingkat stres secara efektif dan mudah,” kata dosen Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran Irma Melyani Puspitasari, MT, PhD, dikutip dari laman Unpad, Senin (23/11).
Irma mengembangkan aplikasi ini bersama dua dosen lainnya, yaitu Rano K Sinuraya, MKM, Apt, (Fakultas Farmasi) dan Witriani, MPsi, Psikolog, (Fakultas Psikologi). Pembuatan aplikasi dirintis sejak 2019 lalu.
Idenya didapat dari banyaknya kasus mahasiswa yang mengalami gangguan mental. Tidak hanya mengganggu prestasi akademik, kata Irma, masalah ini juga berakibat pada penuruna kondisi fisik dan mental. Bahkan tidak jarang berujung pada bunuh diri.
Secara teknis, aplikasi ini berisi kuesioner yang dapat diisi oleh pengguna. Ada dua modul kuesioner yang tersedia. Satu modul untuk mengukur tingkat stres, sedangkan satu modul lagi untuk mengukur tingkat depresi. "Secara berkala, nanti di aplikasi akan ada history-nya. Idealnya bisa digunakan sebulan sekali," terangnya.
Menurut Irma, pengguna De-Stres cukup memerlukan waktu sekira 5-10 menit untuk menjawab kuesioner yang diadaptasi dan divalidasi dari instrumen Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) untuk modul tingkat stres, serta instrumen Beck Depression Inventory-II untuk modul tingkat depresi.
Hasil dari kuesioner tersebut akan menentukan apakah pengguna berada pada kategori stres ringan, sedang, atau berat. Aplikasi akan memberikan hasil kuesioner menggunakan jarum yang menunjuk pada warna tertentu, yaitu dimulai dari hijau hingga merah.
"Bila jarum menunjuk ke warna cenderung merah, maka pengguna dikategorikan mengalami stres cukup berat," sebut Irma yang juga dosen pengajar mata kuliah Farmakoterapi Gangguan Syaraf dan Psikiatri itu.
Jika hasil menunjukkan kadar stres besar, kata Irma, aplikasi akan memberikan saran bagi pengguna untuk mengatasi permasalahan mental tersebut. Saran tersebut dimulai dari dorongan kepada pengguna untuk menceritakan permasalahannya kepada orang yang dipercaya hingga menyarankan untuk mendatangi profesional psikolog atau psikiater (dokter spesialis kesehatan jiwa).
"Kenyataan di lapangan, banyak mahasiswa ataupun masyarakat yang tidak terdeteksi memiliki gangguan kesehatan mental. Hal ini yang menyebabkan banyak kasus bunuh diri diakibatkan stres yang berujung pada depresi," imbuh Irma.
Karena mudah digunakan, aplikasi De-Stres telah banyak digunakan oleh ribuan pengguna. Irma juga menerapkan aplikasi ini ke dalam mata kuliah yang diampunya. (H-2)
Dugaan sementara, titik api dipicu oleh gangguan pada instalasi kelistrikan.
Hingga Selasa malam, total korban meninggal bencana di Sumatra mencapai 755 jiwa dan 647 orang masih dinyatakan hilang berdasarkan data terbaru pada dashboard penanganan bencana.
Jumlah korban tewas akibat kebakaran hebat yang melanda sebuah kompleks apartemen di Hong Kong kembali meningkat.
Sebuah tornado menerjang kawasan Houston, Texas bagian tenggara, pada Senin (24/11) waktu setempat dan menyebabkan kerusakan pada lebih dari 100 rumah.
Presiden Prabowo Subianto menegur keras dunia pendidikan setelah kasus perundungan di SMPN 19 Tangerang Selatan kembali memakan korban jiwa.
Pemerintah Spanyol menambah 500 pemadam kebakaran, menjadi total 1.900 orang untuk mengatasi kebakaran hutan. Korban jiwa bertambah menjadi empat orang.
Pelajari ciri-ciri stres fisik, psikologis, dan perilaku serta cara efektif menanggulanginya melalui koping proaktif, mindfulness, olahraga, dan intervensi sosial.
Stres menjadi WNI adalah fenomena yang dapat dialami oleh seseorang karena berbagai faktor, tidak semua orang juga mengalaminya.
Cara seseorang merespons tekanan mental sangat menentukan apakah mereka akan terjatuh ke dalam jerat kecanduan atau tidak.
MASALAH finansial yang memicu stres ternyata dapat merusak kesehatan jantung. Hal itu diungkapkan dalam studi yang dirilis oleh Mayo Clinic Proceedings.
Stres sebenarnya tidak selalu membawa dampak negatif. Dalam kadar tertentu, stres justru diperlukan untuk menjaga performa kerja agar tetap optimal.
Banyak pekerja tetap memaksakan diri menjalani aktivitas normal meski kondisi tubuh dan pikiran mereka sebenarnya sudah berada di bawah tekanan hebat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved