Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Jangan Abaikan Stres Kerja Sebelum Menjadi Masalah Serius

Basuki Eka Purnama
29/1/2026 12:11
Jangan Abaikan Stres Kerja Sebelum Menjadi Masalah Serius
Ilustrasi(Freepik)

STRES di lingkungan kerja sering kali menjadi musuh dalam selimut yang jarang disadari. Banyak pekerja yang mengabaikan tekanan mental karena menganggapnya sebagai bagian wajar dari tuntutan profesi sehari-hari. Padahal, pembiaran ini berisiko berkembang menjadi masalah kesehatan mental yang jauh lebih serius. Hal tersebut ditegaskan Psikolog dari Universitas Indonesia, Ayu S. Sadewo, S.Psi, Rabu (28/1).

Ayu mengamati bahwa banyak pekerja tetap memaksakan diri menjalani aktivitas normal meski kondisi tubuh dan pikiran mereka sebenarnya sudah berada di bawah tekanan hebat. 

Kesadaran akan stres biasanya baru muncul saat dampaknya mulai mengganggu fungsi kerja dan relasi sosial.

“Banyak orang tidak merasa dirinya stres. Mereka baru sadar ketika sudah mudah marah, defensif, menarik diri, atau merasa lelah terus-menerus,” ujar Ayu.

Miskonsepsi Ketahanan Mental

Menurut Ayu, budaya kerja saat ini sering kali mempersepsikan stres sebagai konsekuensi yang harus diterima tanpa syarat. Hal ini menciptakan standar keliru mengenai ketahanan mental di kantor. 

Ketahanan mental sering kali disamakan dengan kemampuan menahan beban tanpa mengeluh, bukannya kemampuan untuk mengenali batas kemampuan diri sendiri.

Anggapan ini membuat pekerja merasa enggan atau malu untuk mengakui kelelahan mental mereka. Akibatnya, stres tidak dikelola sejak dini dan terus menumpuk dalam jangka waktu yang lama.

Dari Stres Menuju Burnout

Dalam paparannya, Ayu menjelaskan bahwa stres yang berlangsung singkat sebenarnya masih tergolong normal dan bahkan dapat membantu seseorang tetap waspada serta produktif. Namun, situasinya menjadi berbahaya jika tekanan tersebut dibiarkan berlarut-larut.

Stres kronis yang tidak disadari dapat berujung pada kondisi burnout, yaitu titik di mana seseorang mengalami kelelahan fisik dan mental yang berdampak langsung pada penurunan motivasi serta kinerja.

“Burnout tidak muncul secara tiba-tiba. Kondisi ini biasanya didahului oleh stres yang terus diabaikan, minim jeda pemulihan, dan kurangnya ruang untuk mengekspresikan tekanan yang dirasakan,” jelasnya.

Mengenali Sinyal Awal

Ayu juga mengingatkan bahwa stres tidak selalu ditunjukkan melalui keluhan verbal. Ada perubahan perilaku kecil yang sering kali luput dari perhatian, seperti menurunnya fokus, meningkatnya frekuensi kesalahan kerja, hingga keengganan untuk berinteraksi dengan rekan sejawat.

Sebagai langkah preventif, ia mengajak para pekerja untuk mulai peka terhadap tanda-tanda stres sejak dini, baik perubahan pada fisik, emosi, maupun pola pikir. 

Menjaga kesehatan mental bukan berarti lari dari tantangan pekerjaan, melainkan memahami kapan tekanan harus direspons dan kapan tubuh serta pikiran memerlukan waktu untuk berhenti sejenak guna memulihkan diri. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya