Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA cabai hijau besar, cabai merah besar, cabai merah keriting, cabai rawit hijau, dan cabai rawit merah di Pasar Kemirimuka, Jalan Arief Rahman Hakim, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), kompak naik pada perdagangan, Rabu (13/3/2024).
Berdasarkan data informasi harga pangan Pasar Kemirimuka pukul 16.00 WIB, harga cabai hijau besar dipatok di Rp50 ribu per kilogram. Nilai tersebut naik Rp20 per kilogram atau 40% dari patokan perdagangan sebelumnya Rp30 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga cabai besar dibanderol di Rp100 ribu per kilogram. Harga tersebut juga lebih tinggi Rp20 ribu per kilogram atau 20% dari patokan harga sebelumnya sebesar Rp80 ribu per kilogram.
Baca juga : Harga Bahan Pokok di Kota Depok semakin Meroket
Kemudian harga cabai merah keriting dibanderol di Rp90 ribu per kilogram. Harga tersebut lebih tinggi Rp10 ribu per kilogram atau 11% dari patokan harga sebelumnya sebesar Rp80 ribu per kilogram.
Harga cabai rawit hijau dibanderol di Rp60 ribu per kilogram. Harga tersebut naik Rp10 ribu per kilogram atau 16% dari patokan perdagangan sebelumnya Rp50 ribu per kilogram.
Lalu, harga cabai rawit merah dibanderol di Rp70 ribu per kilogram. Harga tersebut naik Rp10 ribu per kilogram atau 14% dari patokan perdagangan sebelumnya Rp60 ribu per kilogram.
Baca juga : Warga Cimahi Kecewa tidak Kebagian Beras Murah
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah atau KUPTD Pasar Kemirimuka Budi Setyanto menerangkan tingginya harga cabai menjelang puasa dan saat hari puasa sudah ia proyeksikan jauh-jauh hari. Dia mengatakan, harga cabai di Pasar Kemirimuka lebih tinggi dari seluruh pasar tradisional yang ada di Kota Depok.
Hal itu karena Pasar Kemirimuka berada di pusat kota. "Ini sudah kami perkirakan jauh-jauh hari, harga akan saat puasa," katanya kepada Media Indonesia, Rabu (13/3/2024).
Salah satu pedagang cabai Pasar Kemirimuka, Limbat, memperkirakan harga cabai akan tetap tinggi hingga Lebaran selesai. "Bahkan mungkin hingga Natal dan Tahun Baru (Nataru) selesai," katanya.
Baca juga : Edarkan Narkoba di Pengadilan dan Rutan, Dua Residivis Ditangkap
Tingginya harga cabai saat ini karena tingginya permintaan. Dia memperkirakan harga cabai masih akan meningkat.
Seorang konsumen, Rokila meminta pemerintah kota segera menurunkan harga cabai yang rata-rata naik setiap hari. "Menurut saya pemerintah harus segera mengantisipasi tingginya harga cabai tersebut. Salah satu caranya ialah memberikan subsidi distribusi kepada wilayah-wilayah yang harga cabainya tinggi dan kebutuhannya cukup besar seperti Jabodetabek, " katanya.
KUPT Pasar Kemirimuka, Budi Setyanto, menambahkan harga beras, minyak goreng, gula pasir, terigu, bawang, kentang, mentimun masih tetap di harga tertinggi. Ini serupa dengan harga Selasa 12 Maret 2024. (Z-2)
INTENSITAS bencana tanah longsor akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di Kota Depok, Jawa Barat per Februari 2026 meningkat.
Dana tersebut diindikasikan digunakan antara lain untuk kepentingan pribadi, pembayaran bunga deposito yang telah dicairkan tanpa sepengetahuan deposan
Meskipun harga terpantau stabil, pemerintah akan terus melakukan sidak secara rutin selama Ramadan untuk memantau pergerakan harga.
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan tidak ada kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk tahun 2026
SEBANYAK 60 Posko Piket Lebaran 2026 yang tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Barat. Posko itu bisa dijadikan tempat beristirahat, minum atau menggunakan toilet selama mudik lebaran 2026.
Tim yang telah dibentuk sejak 11 November 2025 ini dijadwalkan bertugas hingga 13 Januari 2026
Asep menekankan bahwa pencapaian target PAD tidak bisa dilakukan oleh Bapenda sendirian.
Langkah strategis ini bertujuan meminimalkan konflik agraria serta mencegah eskalasi bencana lingkungan di wilayah Jawa Barat.
Dedi menyatakan bahwa inventarisasi dan penetapan batas sempadan oleh Kementerian PU akan menjadi "senjata" bagi pemerintah daerah untuk melakukan penegakan hukum secara tegas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved