Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Resor Metro Jakarta Selatan menggagalkan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kawasan Kalibata, Jakarta Selatan (Jaksel) dengan mengamankan tiga orang pelaku.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Ary Syam menyebutkan, dalam kasus tersebut berhasil menyelamatkan sembilan orang. Korban tersebut dijanjikan akan dipekerjakan ke Jepang.
"Ada tiga tersangka yang kami amankan," kata Ade, Jumat (25/8).
Baca juga : Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan Sepakat Perangi TPPO, Terorisme, dan Kejahatan Siber
Adapun tiga orang yang ditangkap itu berinisial AKR 29, MR 30, dan A 38. Penangkapan dilakukan pada 19 Juli 2023 di salah satu apartemen di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, lokasi para korban ditempatkan.
Ade melanjutkan, untuk tersangka AKR memiliki peran sebagai perekrut para korban. Ia menyasar sejumlah daerah di Jawa Tengah, yakni Pemalang, Tegal, Banyumas, dan Jepara.
Baca juga : Polri Selamatkan 2.497 Korban dan Penjarakan 924 Tersangka Kasus TPPO Sepanjang 2023
"Saudara AKR mencari, merekrut ke daerah-daerah kemudian mengumpulkan dokumen kelengkapan para calon pekerja imigran ini antara lain KTP (Kartu Tanda Penduduk), KK (Kartu Keluarga), ijazah, akta kelahiran, hingga membantu membuatkan paspor," ujar Ade.
Sedangkan untuk tersangka MR berperan untuk membantu AKR dalam proses perekrutan dan mengantarkan para korban ke lokasi penampungan.
"Saudara A adalah membantu pembuatan visa temporary visiter calon pekerja atau visa kunjungan sebagai sponsor dan juga berperan sebagai sponsor antara agensi di luar ngeri para korban rencananya akan diberangkatkan ke jepang dicarikan pekerjaan," kata Ade.
Lebih lanjut, Ade menuturkan pelaku disebut menawarkan para korban untuk bekerja di Jepang dengan gaji tinggi.
"Katanya akan diperkejakan perushaan pemotongan ayam, perusahaan kabel, hingga perusahaan mebel," terang Ade.
"Di jepang nanti katanya akan diberikan gaji 1.000-1.200 Yen untuk apabila dia bekerja selama 8-10 jam per hari," imbuhnya.
Bahkan, lanjut Ade, para pelaku juga menyarankan korban untuk menggadaikan rumah hingga sawah untuk biaya pelatihan sebelum dikirim ke Jepang.
"Para korban ini dibujuk rayu dan disarankan untuk menggadaikan sertifikat rumah, sawah sehingga para pelaku mendapatkan uang, sebesar Rp 85-95 juta per orang dengan alasannya kepada para korban untuk keperluan untuk keberangkatan ke Jepang, untuk kepengurusan paspor, akomodasi, tiket pesawat, pelatihan bahasa," pungkasnya.
Para tersangka dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan atau Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. (Z-5)
Sepanjang 2025, Jaringan Nasional (Jarnas) Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) mencatat sedikitnya 300 kasus TPPO dari berbagai daerah di Indonesia, dengan korban lintas usia
Tingginya kasus perdagangan orang di daerah tersebut merupakan dampak dari tidak terpenuhinya hak dasar warga.
Perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia di luar negeri menjadi isu mendesak di tengah tingginya kerentanan terhadap eksploitasi HAM.
Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Muh Zulhamdi Suhafid, melayangkan kritik keras ke Bareskrim Polri terkait penanganan kasus TPPO berkedok magang.
KEPOLISIAN Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) bersama seluruh Polres jajarannya semakin giat melakukan patroli di berbagai wilayah.
Pelaku menyiapkan berbagai dokumen, seperti paspor, visa, dan tiket pesawat untuk memberangkatkan korban. Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, polisi menetapkan tiga tersangka.
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah menyoroti penembakan remaja oleh oknum polisi di Makassar, Sulawesi Selatan. Perlu evaluasi SOP senjata api
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved