Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) bersama seluruh Polres jajarannya semakin giat melakukan patroli di berbagai wilayah. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen mereka untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Didik Supranoto menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) 2025 yang diadakan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel.
“Dalam operasi ini, kami berhasil mengungkap 83 kasus dari 120 Target Operasi (TO) yang telah ditetapkan. Selain itu, kami juga menemukan 252 kasus Non-TO, yang menunjukkan efektivitas dari operasi yang dilakukan,” ungkap Kombes Didik dalam keterangan resminya, Selasa (13/5).
Ada pun rincian berbagai kasus yang berhasil diungkap dalam Operasi Pekat, yaitu kasus premanisme dan kepemilikan senjata tajam (sajam) berhasil diungkap sebanyak 59, dengan 87 tersangka diamankan, beserta barang bukti yang disita meliputi 22 senjata tajam seperti badik, busur, dan ketapel.
Lalu ada 26 kasus perjudian berhasil diungkap, 22 kasus pencurian 234 kasus minuman keras, juga empat kasus penipuan terungkap. Ada juga satu kasus pencurian ternak. Kemudan ada tujuh pencurian dengan pemberatan (Curat).
Kasus pencabulan, prostitusi, pelecehan, perlindungan anak, serta kasus tindak pidanan perdagangan orang (TPPO) juga banyak yang terungkap selama operasi Pekat 2025 itu.
Keberhasilan ini menunjukkan keseriusan Polda Sulsel dalam memberantas berbagai masalah yang mengganggu ketenteraman publik. Operasi Pekat akan terus dilakukan secara berkala untuk menekan angka kriminalitas dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya ini dengan melaporkan segala bentuk tindak kejahatan yang ditemukan,” tutup Didik. (LN/E-4)
Tingginya kasus perdagangan orang di daerah tersebut merupakan dampak dari tidak terpenuhinya hak dasar warga.
Perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia di luar negeri menjadi isu mendesak di tengah tingginya kerentanan terhadap eksploitasi HAM.
Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Muh Zulhamdi Suhafid, melayangkan kritik keras ke Bareskrim Polri terkait penanganan kasus TPPO berkedok magang.
Pelaku menyiapkan berbagai dokumen, seperti paspor, visa, dan tiket pesawat untuk memberangkatkan korban. Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, polisi menetapkan tiga tersangka.
DITRESKRIMUM Polda Jawa Tengah (Jateng) berhasil mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menimpa puluhan warga Brebes.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved