Kamis 08 September 2022, 16:37 WIB

Polisi Minta Masyarakat Waspada Perampokan Modus Tabrakan Mobil

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Polisi Minta Masyarakat Waspada Perampokan Modus Tabrakan Mobil

Dok.MI
Ilustrasi

 

POLISI meminta masyarakat untuk mewaspadai adanya perampokan dengan modus tabrakan mobil. Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Indra Wienny Panjiyoga mengatakan aksi kejahatan tersebut kerap terjadi. Terakhir, polisi menangkap AS alias Talib (53) dan ES (49) ditangkap polisi setelah melakukan perampokan terhadap pengemudi mobil di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Panjiyoga meminta masyarakat untuk berhati-hati dengan perampok yang beraksi dengan modus pura-pura kecelakaan mobil. Ia mengatakan para pelaku akan menyasar korban dengan mengatakan telah terjadi kecelakaan. Saat korban berhenti di situlah pelaku beraksi dan merampok barang milik korban.

Ia meminta masyarakat tidak langsung percaya ketika dituduh menabrak seseorang. "Jangan terlalu percaya. Ini terjadi beberapa kali. Korban dipepet dan dianggap telah menabrak. Masyarakat jangan takut dan silakan mencari pos polisi terdekat," kata Panjiyoga, di Jakarta, Kamis (8/9).

Sebelumnya, aksi perampokan dengan modus tabrakan mobil terjadi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pria berinisial AS alias Talib (53) dan ES (49) ditangkap polisi setelah melakukan perampokan terhadap pengemudi mobil. Dalam aksinya, AS yang merupakan anggota TNI gadungan turut membawa senjata api jenis softgun.

Baca juga: Pemkot Bogor Alokasikan Rp4,6 M untuk Bansos Sopir Angkot, Ojol dan UMKM

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menjelaskan kejadian tersebut terjadi di Jalan Raya Pasar Minggu depan pom bensin Shell, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan pada Senin (29/8) sekitar pukul 10:30 WIB.

Kejadian berawal saat korban sedang dalam perjalanan menuju kantornya di Kalideres, Jakarta Barat. Setibanya di pom bensin Shell, korban diklakson oleh pelaku. Korban kemudian berhenti.

Pelaku kemudian turun dari mobilnya dan mendatangi korban dengan mengatakan korban telah menabrak keluarganya. Pelaku yang mengaku sebagai anggota TNI kemudian menunjukkan senjata softgun yang disimpan di pinggangnya.

"Tidak lama kemudian pelaku membuka pintu belakang dan mengambil tas wama hitam yang berisi uang sebesar Rp300.000.000," kata Zulpan di Jakarta, Kamis (8/9).

Pelaku kemudian melarikan diri membawa kabur tas tersebut, sedangkan korban sempat berteriak.

Setelah kejadian itu, korban melapor ke Polres Jakarta Selatan. Setelah melakukan penyelidikan, Tim Opsnal Subdit Jatanras mengamankan dua orang pelaku di Kabupaten Tangerang, Banten.

Berdasarkan keterangannya, kedua pelaku kerap melakukan aksi kejahatannya di wilayah Jakarta. Tercatat pelaku telah beraksi sebanyak 19 kali dengan modus pura-pura tertabrak oleh korban.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP, dengan pidana paling lama 9 tahun penjara. (OL-4)

Baca Juga

MI/ Ramdani

Update 30 September 2022: DKI Jakarta Catat 734 Kasus Covid-19 Hari Ini

👤MGN 🕔Jumat 30 September 2022, 23:55 WIB
Kasus covid-19 di Indonesia bertambah 1.857 pada hari...
Dok. akun IG @lestykejora

Polisi akan Jadwalkan Pemeriksaan Rizky Billar Soal Kasus KDRT

👤Rahmatul Fajri 🕔Jumat 30 September 2022, 22:03 WIB
Namun, Polda Metro Jaya belum membeberkan lebih jauh terkait jadwal pemeriksaan Rizky Billar atas kasus dugaan KDRT yang dilaporkan sang...
DOK @lestykejora di Instagram.

Polisi akan Cek Kondisi Psikologis Lesti Kejora Korban KDRT

👤Rahmatul Fajri 🕔Jumat 30 September 2022, 16:49 WIB
Polisi bakal mengecek kondisi psikologis penyanyi dangdut Lesti Kejora setelah diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya