Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk cuaca panas ekstrem yang melanda ibu kota belakangan ini. Paparan suhu tinggi tersebut berpotensi memicu gangguan kesehatan serius, mulai dari dehidrasi hingga serangan panas (heatstroke).
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa cuaca panas ekstrem tidak hanya menyebabkan rasa tidak nyaman, tetapi juga mengancam fungsi tubuh.
“Secara umum, cuaca panas dapat memicu kekurangan cairan (dehidrasi), kelelahan (heat exhaustion), hingga heatstroke,” ujar Ani pada Minggu (15/3).
Selain dehidrasi, Ani memaparkan sejumlah keluhan kesehatan lain yang kerap muncul akibat suhu tinggi, di antaranya:
Dinkes DKI mengidentifikasi beberapa kelompok masyarakat yang memiliki risiko tertinggi atau paling rentan terdampak, yaitu pekerja lapangan, anak-anak, ibu hamil, serta lanjut usia (lansia).
Untuk meminimalisir risiko, pihak Dinkes DKI membagikan sejumlah langkah antisipasi praktis bagi warga Jakarta:
(P-4)
Studi terhadap 5 juta kelahiran di Afrika dan India mengungkap tren mengejutkan, paparan panas saat hamil menurunkan jumlah bayi laki-laki yang lahir.
Cuaca panas bikin tubuh lemas? Simak 9 asupan wajib untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak drop, mulai dari buah sitrun hingga yogurt. Cek selengkapnya!
Cuaca ekstrem meningkatkan kadar TNF-alpha serta mengubah jumlah sel darah putih, membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
“Adanya perubahan lahan, bangunan-bangunan semakin banyak sehingga menyebabkan panas yang lebih ekstrem,”
BMKG menyebut suhu panas yang sempat melanda sebagian wilayah Indonesia mulai menurun dibandingkan pekan sebelumnya.
Sejumlah daerah di Indonesia sedang mengalami cuaca panas yang menyengat. Kondisi ini tak jarang membuat sebagian orang lebih rentan terserang migrain atau sakit kepala sebelah.
Cuaca panas ekstrem di Indonesia diperkirakan akan berlanjut hingga akhir Oktober 2025. BMKG mengungkapkan alasan fenomena ini dan dampaknya terhadap cuaca di berbagai wilayah.
Pejalan kaki melindungi tubuhnya dengan kain dan payung dari teriknya sinar matahari di kawasan Dukuh Bawah, Jakarta.
Fenomena cuaca panas ekstrem yang kini melanda banyak wilayah Indonesia diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menyampaikan bahwa pengamatan BMKG menunjukkan cuaca panas tersebar luas di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved