Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Percepat RTH, Pramono Anung Dorong Pemanfaatan Lahan Mikro

Mohamad Farhan Zhuhri
15/3/2026 18:19
Percepat RTH, Pramono Anung Dorong Pemanfaatan Lahan Mikro
Ilustrasi .(MI/Ramdani)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengalihkan fokus strategi untuk memperbanyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Ibu Kota. Alih-alih terpaku pada pengadaan lahan skala besar yang kian sulit ditemukan, pembangunan taman skala kecil kini menjadi prioritas utama.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa efektivitas RTH tidak hanya ditentukan oleh luas hamparan lahan, melainkan juga persebaran dan pengelolaannya yang melibatkan berbagai pihak.

“Fasilitas sosial dan fasilitas umum tidak semuanya harus besar. Lahan sekitar seribu meter persegi pun dapat dimanfaatkan menjadi taman untuk menambah ruang terbuka hijau di Jakarta,” ujar Pramono dikutip Minggu (15/3).

Pramono meyakini, optimalisasi lahan-lahan "mikro" ini akan memangkas waktu birokrasi dan kendala teknis dalam penambahan paru-paru kota. “Dengan cara tersebut ruang terbuka hijau di Jakarta dapat terus bertambah tanpa harus menunggu lahan yang luas,” jelas Pramono.

Strategi Realistis
Langkah ini mendapat dukungan dari legislatif. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, menilai kebijakan tersebut sangat relevan dengan kondisi geografis Jakarta saat ini. Mengingat harga tanah yang melambung dan padatnya pemukiman, pemanfaatan lahan fasos-fasum menjadi solusi paling taktis.

“Secara regulasi hal tersebut diperbolehkan. Jadi kalau ada pihak yang ingin menyumbangkan taman, itu dapat menjadi salah satu cara menambah ruang terbuka hijau,” kata Wibi.

Ia menambahkan bahwa pembangunan taman kecil merupakan langkah awal yang lebih konkret daripada memaksakan proyek taman besar yang seringkali terkendala pembebasan lahan.

“Daripada menunggu taman besar yang sulit diwujudkan karena keterbatasan lahan, lebih baik kita mulai dari yang kecil terlebih dahulu,” tambah Wibi.

Mendorong Kolaborasi Publik
Selain percepatan fisik, Pemprov DKI juga berharap skema ini mampu memicu semangat gotong royong antara pemerintah dan sektor swasta maupun masyarakat. 

Keberadaan RTH kecil di tengah pemukiman dinilai lebih efektif dalam meningkatkan kualitas udara dan menjadi ruang interaksi sosial warga secara langsung.

Wibi berharap, langkah tersebut mendorong semakin banyak kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan RTH di Jakarta. (Far/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya