Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Pramono Resmikan Maroedja Sport Park, Targetkan Jakarta Jadi Destinasi Sport Tourism

Mohamad Farhan Zhuhri
12/2/2026 14:15
Pramono Resmikan Maroedja Sport Park, Targetkan Jakarta Jadi Destinasi Sport Tourism
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung .(MI-HO)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta terus berupaya memperluas ruang terbuka hijau (RTH) sekaligus memperkuat ekosistem olahraga di Ibu Kota. Terbaru, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Maroedja Sport Park di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (12/2).

Fasilitas publik seluas 2,2 hektare tersebut diproyeksikan tidak hanya sebagai paru-paru kota, tetapi juga pusat interaksi sosial dan olahraga bagi warga.

“Ini baru tahap pertama, nanti diselesaikan tahap kedua. Sekaligus menjadi bagian penataan Koridor Meruya untuk menambah ruang terbuka hijau publik dan wadah interaksi sosial,” ujar Pramono dalam sambutannya.

Kolaborasi dan Komitmen Anggaran
Pembangunan Maroedja Sport Park merupakan buah kolaborasi antara Pemprov DKI dan DPRD DKI Jakarta dalam optimalisasi lahan publik. Dari total kebutuhan anggaran sebesar Rp12 miliar, pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp10,9 miliar.

Pramono memberikan instruksi tegas kepada Pemerintah Kota Jakarta Barat dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk segera menuntaskan pembangunan tahap II. Ia menekankan pentingnya kecepatan eksekusi agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat luas.

“Kalau tidak bisa diselesaikan, Pemprov akan turun tangan. Kita sedang membangun ekosistem olahraga berkelanjutan dan memperkuat Jakarta sebagai destinasi sport tourism regional,” tegasnya.

Fasilitas dan Konsep Sponge City
Maroedja Sport Park—yang sebelumnya dikenal sebagai Lapangan Ki Amat—mengusung konsep mutakhir sponge city infrastructure. Konsep ini memungkinkan kawasan berfungsi sebagai daerah resapan air untuk meminimalkan risiko banjir di sekitar lokasi.

Kawasan ini dibagi menjadi empat zona utama:

  •     Zona Olahraga: Lapangan basket, mini soccer, dan jogging track.
  •     Zona Rekreasi: Playground, lapangan voli, dan plaza UMKM.
  •     Zona Penyerapan: Kolam retensi dan forest walk.
  •     Zona Penerima: Fasilitas pendukung seperti forest cafe.

Pramono menambahkan, ke depan lokasi strategis ini akan dilengkapi dengan sistem pencahayaan modern dan videotron agar warga dapat beraktivitas hingga malam hari.

“Dengan fasilitas ini, saya ajak warga ikut merawat. Ini bagian dari jati diri kota di tengah pembangunan Jakarta yang terus bergerak,” pungkasnya.

Melalui penataan ini, Pemprov DKI berharap RTH tidak lagi sekadar menjadi elemen estetika kota, melainkan simpul hidup yang menggerakkan ekonomi lokal melalui kehadiran UMKM dan kegiatan komunitas. (Far/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya