Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Sistem Tata Lingkungan Dinilai Efektif Atasi Banjir

 Gana Buana
26/1/2026 17:27
Sistem Tata Lingkungan Dinilai Efektif Atasi Banjir
Kawasan permukiman Perumahan Buana Taman Sari tidak mengalami genangan air.(Dok. Perumahan Buana Taman Sari)

SEJUMLAH wilayah di Kabupaten Karawang dilaporkan terdampak banjir dalam beberapa hari terakhir. Namun, salah satu kawasan permukiman di wilayah tersebut tidak mengalami genangan air.

Ketua RT 61 Perumahan Buana Tamansari Raya, Nurjaman, mengatakan kondisi lingkungan tempat tinggalnya tetap aman meski banjir terjadi di sejumlah titik di Karawang. Ia menyebut tidak ada genangan air yang masuk ke area permukiman.

“Selama banjir terjadi di wilayah sekitar, lingkungan kami aman dan tidak terdampak,” ujar Nurjaman, Senin (26/1).

Senior Manajer Buana Tamansari Raya, Rohmat Sapaneja, menjelaskan kawasan hunian non-subsidi seluas 29 hektare tersebut dirancang dengan alokasi sekitar 40% untuk prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU). Menurutnya, perencanaan kawasan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek pengendalian banjir.

Rohmat menyebutkan, Perumahan Buana Tamansari Raya menyediakan ruang terbuka hijau yang ditanami pepohonan berukuran besar sebagai area resapan air. Selain itu, dibangun sistem drainase terpadu serta danau buatan seluas sekitar 4.000 meter persegi untuk menampung air hujan dan air buangan dari rumah warga.

“Air hujan dan aliran dari lingkungan permukiman ditampung di danau tersebut untuk mencegah terjadinya genangan,” kata Rohmat.

Penanaman Sejuta Pohon

Realestat Indonesia (REI) kembali menjalankan Program Sejuta Pohon yang diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi persoalan banjir di berbagai daerah. Program ini menekankan pentingnya peran pohon dalam menjaga keseimbangan lingkungan, khususnya di kawasan perumahan.

Ketua Umum REI, Joko Suranto, menyampaikan bahwa penanaman pohon di lingkungan hunian memiliki manfaat besar dalam pengendalian banjir. Menurutnya, akar pohon mampu menahan dan menyimpan air di dalam tanah, sementara daun berfungsi menyerap zat beracun sehingga menciptakan udara yang lebih bersih.

“Pohon yang ditanam di lingkungan perumahan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi problem banjir. Akar tanaman bisa menahan dan menyimpan air di dalam tanah. Sedangkan daunnya dapat berfungsi menyerap berbagai zat beracun di lingkungan sehingga menghadirkan udara yang bersih,” kata Joko.

Program penanaman pohon perdana pada awal 2026 ini diselenggarakan di Karawang pada Jumat, 23 Januari 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen REI dalam mendorong pengembangan kawasan hunian yang berwawasan lingkungan.

Joko menegaskan, desain proyek perumahan harus memperhatikan berbagai aspek, termasuk sistem drainase, agar terhindar dari risiko banjir. Hal tersebut sejalan dengan arahan kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan persoalan banjir nasional.

“Dalam mendesain perumahan, kita harus mempertimbangkan berbagai hal supaya tidak timbul masalah. Salah satunya persoalan banjir yang kini terjadi di berbagai wilayah,” ujarnya.

Ia juga mengaku bangga karena proyek perumahan yang dikembangkan telah menunjukkan hasil nyata melalui program penanaman pohon. “Saya bangga bahwa yang kita kerjakan pada akhirnya terlihat nyata, apalagi saat ini banjir terjadi di berbagai daerah,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan Program Sejuta Pohon perdana tahun 2026 ini, sebanyak 5.000 bibit pohon ditanam, terdiri dari jenis mahoni, jambu, mangga, dan tabebuya. Selain itu, REI juga membagikan bibit tanaman kepada warga untuk ditanam di rumah masing-masing. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya