Minggu 17 April 2022, 21:15 WIB

Kompolnas Harap Berkas Perkara Kasus Indosurya Segera P-21 

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Kompolnas Harap Berkas Perkara Kasus Indosurya Segera P-21 

Antara/Galih Pradipta
Pengungkapan kasus TPPU KSP Indosurya oleh Bareskrim Polri

 

ANGGOTA Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti mengatakan, Bareskrim Polri serius dalam mengusut kasus penipuan, penggelapan serta Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) petinggi KSP Indosurya Cipta. 

Poengky menilai penyidik tak tebang pilih dalam mengusut kasus tersebut. Ia berharap berkas perkara tersebut segera P-21 atau sudah lengkap dan segera disidangkan. 

"Kami melihat penyidik sudah melaksanakan tugasnya dan tidak tebang pilih. Kita semua berharap penyidikan dapat segera P-21," kata Poengky kepada wartawan, Minggu (17/4). 

Poengky mengatakan, pihaknya telah melakukan klarifikasi ke Bareskrim terkait pengusutan kasus yang menjerat tiga petinggi Indosurya itu. Menurutnya, perkara tersebut sempat dilimpahkan ke kejaksaan, namun dikembalikan dengan disertai sejumlah petunjuk jaksa. 

"Saat ini penyidik sedang melengkapi berkas sesuai petunjuk-petunjuk Jaksa agar berkas sempurna. Petunjuk-petunjuk yang diberikan cukup banyak, termasuk audit investigasi yang memakan waktu cukup lama," ujarnya. 

Lebih lanjut, Poengky meminta semua pihak, termasuk pengacara korban penipuan Indosurya bersabar dan mendukung penanganan kasus ini. 

"Mohon bersabar dan diharapkan mendukung jika ada informasi-informasi yang dibutuhkan penyidik untuk melengkapi berkas," katanya. 

Baca juga : Jakarta Kembali Catat Kasus Harian Covid-19 Tertinggi

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan tiga petinggi KSP Indosurya. Mereka adalah Ketua KSP Indosurya Cipta Henry Surya, Direktur Keuangan KSP Indosurya Cipta June Indria, dan Direktur Operasional KSP Indosurya Cipta, Suwito Ayub. 

Ketiganya disangkakan dengan dugaan tindak pidana Perbankan dan atau tindak pidana penggelapan dan atau tindak pidana penipuan/perbuatan curang dan tindak pidana pencucian uang. 

Ketiganya dijerat dengan  Pasal 46 Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang  tentang Perbankan dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 378 KUHP dan Pasal 3 dan atau Pasal 4. Serta, Pasal 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. 

KSP Indosurya diduga menghimpun dana secara ilegal dengan menggunakan badan hukum Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Inti/Cipta yang dilakukan sejak November 2012 sampai dengan Februari 2020. 

Perhimpunan dana ini memiliki bentuk simpanan berjangka dengan memberikan bunga 8-11%. Kegiatan tersebut dilakukan di seluruh wilayah Indonesia tanpa dilandasi izin usaha dari OJK. 

Kasus itu mengemuka setelah koperasi mengalami gagal bayar. Henry Surya yang menjabat sebagai ketua Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Inti/Cipta lantas memerintahkan June Indria dan Suwito Ayub untuk menghimpun dana masyarakat menggunakan badan hukum Kospin Indosurya Inti/Cipta. (OL-7)

Baca Juga

DOK.MI

Kembali Bertambah, Kasus Covid-19 di DKI Tembus 9.593

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 01 Juli 2022, 17:10 WIB
Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 11,60%, sedangkan persentase kasus positif secara...
Ist

Bogor Food Festival Digelar di Lippo Plaza Ekalokasari Bogor

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 16:43 WIB
Lebih dari 30 both menyiapkan berbagai ragam jenis makanan traditional yang didominasi makanan traditional nusantara...
Dok. HIPMI Jaya

HIPMI Kepulauan Seribu Dilantik, Potensi Kewirausahaan Baru di Jakarta Terus Digali

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 16:25 WIB
BPC Kepulauan Seribu merupakan BPC ke enam dibawah BPC HIPMI Jaya dan akan dipimpin oleh Ketua Umum terpilih Rangga Derana Niode...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya