Jumat 15 Oktober 2021, 16:46 WIB

Gelar Hajatan saat PPKM Darurat, Lurah di Depok Cuma Dituntut Rp1 Juta

Kisar Rajagukguk | Megapolitan
Gelar Hajatan saat PPKM Darurat, Lurah di Depok Cuma Dituntut Rp1 Juta

dok.mi
Pengadilan Negeri Kota Depok, Jawa Barat.

 

KEJAKSAAN Negeri Kota Depok melalui Jaksa Penuntut Umum Ardhi Haryoputranto menuntut Lurah Pancoran Mas, Kota Depok Suganda pidana denda Rp1 juta subsider 1 bulan penjara atas perkara dugaan pelanggaran protokol kesehatan di Jalan H. Syuair RT 001 RW 02, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Suganda diseret ke meja hijau dan dituntut pidana denda Rp1 Juta lantaran menggelar nikahan putrinya ditengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat covid-19.

Humas Pengadilan Negeri Kota Depok Ahmad Fadil, dikonfirmasi menyampaikan, tuntutan pidana denda Rp1 Juta subsider 1 bulan penjara terhadap Suganda dibacakan JPU di sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, Kamis (14/10). Surat tuntutan dibacakan dihadapan hakim tunggal, Andi Imram Makulau.

"Suganda dijerat Pasal 14 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dan Pasal 212, Pasal 216 KUHP, " katanya, Jumat (15/10).

Dijelaskan Fadil, Suganda yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) dan pamong pemerintahan kelurahan, tidak mendukung program pemerintah untuk mencegah penyebaran covid-19.

Saat PPKM darurat diberlakukan Sabtu 3 Juli 2021, sambungnya Suganda malah menikahkan putrinya Syifa Tauziah dengan menantunya Arif Rahmat tanpa seizin satuan tugas penanganan covid-19 Kota Depok.

Dalam acara nikahan, Suganda menghadirkan hiburan menggunakan alat musik Gambang Kromong dengan diiringi joget-joget sehingga timbul kerumunan.

Baca Juga: Habis Tukang Bubur, Giliran Tukang Bakso Didenda Rp5 Juta ...

Dalam surat tuntutan diuraikan, Suganda sebagai unsur pemerintahan tidak bisa dijadikan sebagai contoh. Ia memberikan contoh yang tidak baik ke masyarakat karena mengadakan nikahan ditengah pandemi covid-19.

Suganda selaku lurah menabrak Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 15 tahun 2021 tentang PPKM darurat yang diberlakukan serentak di wilayah Jawa dan Bali serta keputusan Wali Kota Depok nomor 443/267/Kpts/Dinkes/Huk/2021 tentang PPKM darurat covid-19.

JPU di surat tuntutan, kata Fadil menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Depok melalui satuan tugas penanganan covid-19 telah mengumumkan kepada lapisan masyarakat di Kota Depok tentang PPKM darurat lewat siaran pers nomor B-02/506/satgas/2021, tanggal 2 Juli 2021.

Kepada hakim yang memimpin sidang perkara, JPU menyampaikan agar barang bukti berupa tiga buah buku daftar hadir tamu berwarna pink, dua buah kartu undangan, satu buahuu flashdisk berisi rekaman video acara pernikahan dirampas untuk dimusnahkan

Sebagai informasi, tempat nikahan di Jalan H. Syuair RT 001 RW 02, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok sempat disegel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok. Kemudian Polres Metropolitan Kota Depok menetapkan Suganda sebagai tersangka. (OL-13)

Baca Juga: Tukang Bubur Ayam Langgar PPKM Darurat Divonis Denda Rp5 Juta

Baca Juga

ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Banyak Pohon Tumbang Imbas Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Depok

👤Kisar Rajaguguk 🕔Sabtu 27 November 2021, 22:06 WIB
Akibatnya, sebagian pengendara roda empat terpaksa memilih jalan...

Korban Mutilasi di Bekasi Pengemudi Ojol

👤Hilda Julaika 🕔Sabtu 27 November 2021, 21:51 WIB
Zarul Ulia, paman korban, mengatakan dua pekan lalu pria berusia 28 tahun itu sempat pamit untuk mencari kamar...

Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Jalan Pantura Karawang-Bekasi

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Sabtu 27 November 2021, 19:25 WIB
Untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut, polisi membawa potongan tubuh tersebut ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya