Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI pernikahan di Bali menunjukkan perubahan arah seiring berkembangnya tren. Konsep perayaan yang selama ini identik dengan skala besar dan format konvensional mulai bergeser menuju pernikahan yang lebih terkurasi, berskala kecil, dan menekankan kualitas pengalaman.
Micro-wedding atau penikahan skala kecil menjadi salah satu pendekatan yang semakin diminati sejalan dengan meningkatnya minat terhadap destinasi, suasana seremoni, dan pengalaman sensorial bagi pasangan. Sensorial mengacu kepada peningkatan pancaindra melalui keindahan pemandangan, musik yang dikurasi, pilihan hidangan, serta wewangian berbaur dengan aroma alam sekitar.
Perubahan itu turut mendorong meningkatnya minat terhadap venue yang memanfaatkan elemen alam sebagai bagian utama dari prosesi pernikahan. Pemandangan alam yang didapat dari konsep outdoor maupun semi-outdoor kini dipandang sebagai faktor penting dalam membentuk wedding experience di Bali.
"Dari pengamatan kami terhadap pasar, termasuk data yang kami pelajari, terlihat ada pergeseran yang cukup jelas dalam permintaan pernikahan di Bali, khususnya Ubud. Konsep perayaan kini bergerak menjauh dari format yang ekstravaganza dan konvensional menuju pernikahan berskala lebih kecil dengan pendekatan yang lebih personal," ujar Adhiguna, CEO The Kayon, dalam keterangan resmi, Senin (19/1).
Menjawab tantangan itu, grup hotel di Ubud dan property management company yang mengelola sejumlah resor itu menghadirkan ragam tempat pernikahan. Saat ini, pihaknya memiliki tiga properti untuk itu, yakni The Kayon Resort, Valley Resort, dan Jungle Resort. (I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved