Kamis 30 September 2021, 18:17 WIB

Mau Demo di Kedubes AS, 17 Aktivis Papua Diamankan

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Mau Demo di Kedubes AS, 17 Aktivis Papua Diamankan

Dok. MI
Ilustrasi warga Papua saat melakukan aksi protes di wilayah Ibu Kota.

 

POLISI membubarkan dan mengamankan 17 aktivis Papua yang melakukan aksi protes di depan Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Jakarta pada Kamis (30/9).

Salah satu peserta aksi, Ambrosius Mulait, mengatakan 17 peserta aksi langsung diangkut pihak kepolisian saat tiba di depan Kedubes AS. Pihaknya bahkan belum menyampaikan sejumlah tuntutan. 

Adapun tuntutan aksi dalam rangka memperingati Roma Agreement ke-59, yakni mendesak Presiden Joko Widodo untuk menarik anggota TNI-Polri di Papua. Sebab, membuat situasi masyarakat di Papua tidak nyaman.

Baca juga: Negara Harus Usut Tuntas Kematian Nakes di Pegunungan Bintang

Lalu tuntutan lainnya ialah membebaskan tahanan politik Victor Yeimo yang sakit dan ditahan di Mako Brimob Jayapura. Serta, menolak perpanjangan Otsus Papua, karena dianggap gagal mensejahterakan masyarakat Papua.

Aktivis juga menuntut hak bagi warga Papua untuk menentukan nasib (referendum), serta mendesak penuntasan kasus pelanggaran HAM. "Kami belum aksi satupun, sudah dipaksa naik ke mobil dalmas," ungkap Ambrosius saat dikonfirmasi, Kamis (30/9).

Ambrosius menyebut polisi sudah melakukan tindakan represif saat mengamankan peserta unjuk rasa. Itu dengan menyemprotkan gas air mata ke peserta. Lalu, ada peserta aksi protes yang juga mendapatkan pukulan dari aparat.

Baca juga: Isu Tambang di Papua, Luhut Laporkan Haris Azhar ke Polda

"Ada teman-teman kami yang dapat pukulan dari aparat," pungkasnya.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Hengki Hariyadi membenarkan pengamanan terhadap 17 aktivis asal Papua. Pihaknya tidak mengizinkan aksi unjuk rasa, karena wilayah Jakarta masih menerapkan PPKM level 3 untuk mencegah penyebaran covid-19.

"Intinya pada PPKM level 3, bahwa segala kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan itu dilarang. Dalam hal ini penyampaian pendapat di muka umum dilaksanakan tanpa izin. Kemudian, tanpa rekomendasi dari pihak pengamanan," jelas Hengki.(OL-11)

Baca Juga

DOK MI.

Polisi Menjadi Pelaku Penembakan di Exit Tol Bintaro

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 30 November 2021, 16:56 WIB
Diketahui, dalam peristiwa itu terdapat dua korban yang mengalami luka tembak, yakni PP dan...
Antara/Fauzan.

Bandara Soekarno-Hatta Waspada Covid-19 Varian Omicron

👤Putri Lukman dan Ardi Lase 🕔Selasa 30 November 2021, 16:40 WIB
Kemunculan varian Omicron menyebabkan banyak negara melakukan langkah-langkah pengetatan dalam mencegah penyebaran varian...
Dok.MI

Reuni 212 Pindah ke Sentul, Polri Koordinasi dengan Polres Bogor

👤Siti Yona Hukmana 🕔Selasa 30 November 2021, 16:35 WIB
Ramadhan mengatakan Polri perlu mengetahui tempat acara. Setelah itu, Polri akan menganalisa untuk menentukan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya