Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
WALI Kota Bogor Bima Arya yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, selama ini menyatakan proses pelaksanaan vaksinasi covid-19 di Kota Bogor berjalan dengan baik.
Untuk persoalan stok vaksin, pihaknya selalu berkomunikasi dan berkoordinasi cepat dengan pihak Kementrian Kesehatan, sehingga tidak terjadi kekosongan.
Bahkan untuk pelaksanaan vaksinasi Bima Arya mengklaim Kota Bogor tercepat kedua di Jawa Barat.
"Kemarin kami rapat mengkoordinasikan target vaksi kita dengan forkopimda. Saat ini kita nomor dua tercepat di Jawa Barat setelah Kota Bandung," kata Bima saat memberikan keterangan pers soal perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), kemarin.
Saat ini, lanjut Bima, pihaknya sedang berupaya menambah kuota, mempercepat lagi vaksinasi sehingga bisa mencapai target selesai pada Oktober mendatang.
"Kita ingin percepat lagi sehingga target Oktober bisa tuntas. Tuntas 100 persen di bulan Oktober,"katanya.
Secara terpisah, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, menjelaskab lebih rinci soal capaian target vaksin.
Hingga saat ini, kata Dedie, proses penyuntikan vaksin bagi masyarakat sudah berjalan sekitar 44,50 persen untuk tahap pertama. Sedangkan untuk tahap kedua, penyuntikkan baru berjalan 21,76 persen.
"Secara umum masih harus didorong supaya partisipasi aktif masyarakat dalam ikut vaksinasi ini semakin banyak dan bertambah. Itu yang harus kita lakukan," jelas Dedie.
Baca juga :Legislator PSI DKI Adu Mulut Dengan Polisi Protes Ganjil Genap
Sebagai upaya untuk memudahkan masyarakat, memberikan akses terdekat pada warga yang belum divaksin, ada sekitar 18 titik sentra vaksin yang tersebar. Kemudian ditambah dengan titik bantuan dari unsur TNI dan Polri.
Adapun beberapa titik sentra vaksin itu diantaranya untuk di bagian Bogor Timur, ada sentra vaksin Puri Begawan, Boxies Mall. Kemudian di Bogor Tengah ada di Jambu Dua, Braja Mustika, DPRD Kota Bogor, Botani Square. Di Bogor bagian Barat ada di Bina Insani, Transmart. Titik-titik lainnya diantaranya di Tunas Harapan, Mal BTM, SMA 7, Kinderfield, SMP 14, SMK 2, SMA 6, At - Taufiq, dan SMA Ummul Quro.
"Dan prioritas memang untuk yang Kota Bogor adalah mereka yang ber-KTP Kota Bogor. Stok (vaksin) sejauh ini yang sedang ada adalah Astrazeneca. Ada juga Moderna untuk yang dosis ketiga," sambung Dedie.
Lebih lanjut terkait dosis ketiga, Dedie mengatakan akan mulai disuntikan jika capaian vaksinasi sudah mencapai 50 persen. Dan vaksin covid-19 dosis ketiga ini akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan.
Menyoal arahan Pemerintah Pusat untuk menjadikan vaksin sebagai syarat masuk mal, Dedie menyebut itu sangat dimungkinkan untuk diterapkan, termasuk nantinya di Kota Bogor.
"Itu sangat memungkinkan, tapi kalau sekarang belum diterapkan di Kota Bogor. Ya kita berharap tentu seperti yang sudah dilakukan pelonggaran di Jakarta, Bandung, Surabaya dan Semarang. Insya Allah kalau nanti pasca tanggal 16 Agustus barangkali Kota Bogor juga bisa diberikan dispensasi," pungkasnya. (OL-2)
Penertiban PKL pascaLebaran tersebut sebagai upaya Pemerintah Kota Bogor dalam menata kawasan eks-Pasar Bogor dan Plaza Bogor yang sedang dalam proses renovasi.
Sejumlah kendaraan memadati jalur wisata Puncak di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Operasi ini melibatkan kolaborasi lintas unsur, di antaranya BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran, Basarnas, TNI dan Polri, relawan SAR serta masyarakat setempat
Imigrasi Bogor bongkar sindikat penipuan 13 WNA Jepang di Sentul City. Gunakan seragam polisi Jepang dan suara radio palsu untuk kuras rekening korban.
CEO Sagha Group Hanta Yuda Rasyid menyalurkan 15.000 santunan bagi dhuafa, ojek online, disabilitas, hingga pekerja informal di Jabodetabek selama Ramadan 1447.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merubah sistem penilaian baru dalam program penghargaan Adipura.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved